Kebakaran Di Tangsel Selama Puasa & Lebaran Turun Drastis
CIPUTAT-Peristiwa kebakaran di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) selama periode Ramadan hingga libur Lebaran tahun ini tercatat menurun signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Tangsel mencatat, hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah hanya terjadi dua kejadian kebakaran.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangsel, Omay Komarudin mengatakan, kedua peristiwa tersebut terjadi sebelum Lebaran. Masing-masing terjadi di sebuah kafe atau restoran di wilayah Setu serta satu rumah tinggal di kawasan Bintaro.
“Alhamdulillah sampai saat ini kebakaran sebelum Lebaran hanya dua kejadian saja. Satu di kafe atau restoran di wilayah Setu dan satu lagi rumah tinggal di Bintaro,” ujar Omay saat dihubungi, Rabu (25/3).
Jumlah tersebut jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Pada 2025, Damkar Tangsel mencatat total tujuh kejadian kebakaran selama Ramadan hingga setelah Lebaran.
“Kalau tahun 2025 itu sebelum Lebaran ada lima kejadian, kemudian setelah Lebaran ada dua kejadian lagi. Tahun ini sampai sekarang baru dua kejadian saja sebelum Lebaran,” jelasnya.
Menurut Omay, penurunan jumlah kejadian kebakaran ini tidak terlepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengantisipasi potensi kebakaran, terutama saat meninggalkan rumah untuk mudik Lebaran.
Ia menuturkan, Damkar Tangsel secara rutin melakukan sosialisasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat. Edukasi tersebut dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari penyuluhan langsung ke lingkungan warga hingga penyebaran informasi melalui media sosial.
Selain itu, peran Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) juga cukup besar dalam membantu menyampaikan edukasi kepada masyarakat. Para relawan tersebut aktif turun ke lingkungan permukiman hingga tingkat RT dan RW untuk mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran.
“Kita terus melakukan sosialisasi, baik secara langsung maupun lewat media sosial. Termasuk juga kawan-kawan Redkar yang aktif turun ke masyarakat sampai tingkat RT dan RW untuk memberikan edukasi,” katanya.
Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diingatkan untuk memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan bepergian, terutama saat mudik Lebaran. Beberapa hal yang ditekankan antara lain memastikan instalasi listrik dalam kondisi baik, mematikan peralatan elektronik yang tidak digunakan, serta memastikan kompor dan tabung gas dalam keadaan aman.
“Terutama kalau rumah ditinggal mudik, pastikan listrik yang tidak perlu sudah dimatikan, kompor dan gas dalam kondisi aman. Hal-hal kecil seperti ini sangat penting untuk mencegah terjadinya kebakaran,” ungkapnya.
Omay berharap kesadaran masyarakat terhadap upaya pencegahan kebakaran terus meningkat, sehingga jumlah kejadian serupa di Tangsel dapat terus ditekan. Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melapor jika melihat atau menemukan potensi kebakaran di lingkungan sekitar.
Olahraga | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu











