Polres Antarkan Pemudik Terlantar Ke Kampung Halaman
SERPONG-Suasana Pos Pengamanan German Center di Jalan Pahlawan Seribu, Kecamatan Serpong, siang itu terlihat seperti biasa. Lalu lintas pemudik yang melintas silih berganti, sementara petugas kepolisian berjaga memastikan arus perjalanan tetap aman dan lancar.
Namun di tengah rutinitas tersebut, sebuah kisah sederhana namun penuh makna terjadi pada Selasa (24/3). Seorang pemudik nampak kebingungan di sudut pos, memegang barang bawaannya sambil sesekali menatap kendaraan yang melintas.
Ia diketahui hendak pulang dari kawasan BSD Serpong menuju kampung halamannya di Cilacap, Jawa Tengah. Perjalanan yang seharusnya menjadi momen penuh harapan justru terhenti di tengah jalan.
Kendala biaya membuatnya tak mampu melanjutkan perjalanan. Uang yang dimiliki pria itu tidak cukup untuk menempuh sisa perjalanan menuju kampung halaman.
Di saat kebingungan itulah, anggota Turjawali Satlantas Polres Tangerang Selatan (Tangsel) melihat kondisi pemudik tersebut. Tanpa menunggu lama, mereka mendekat dan mencoba memahami situasi yang dihadapi.
Percakapan singkat pun terjadi. Dari situ, petugas mengetahui bahwa pemudik tersebut benar-benar membutuhkan bantuan untuk bisa melanjutkan perjalanan mudiknya. Tanpa banyak pertimbangan, anggota kepolisian langsung memberikan bantuan. Tindakan cepat itu bukan sekadar bentuk tugas, tetapi juga cerminan kepedulian terhadap sesama.
Bantuan yang diberikan menjadi harapan baru bagi sang pemudik. Perjalanan yang sempat terhenti kini kembali memiliki arah.
Kabidhumas Polda Metro Jaya, Bhudi Hermanto menegaskan, bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam melayani masyarakat.
“Kami ingin memastikan masyarakat tidak merasa sendiri saat menghadapi kendala di perjalanan. Kehadiran anggota Polri harus mampu memberi rasa tenang dan menjadi solusi,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran polisi di lapangan bukan hanya sebatas menjaga keamanan dan mengatur lalu lintas. Lebih dari itu, polisi juga diharapkan hadir sebagai sosok yang membantu masyarakat dalam berbagai situasi.
Momentum arus mudik Lebaran menjadi salah satu waktu di mana peran tersebut sangat dibutuhkan. Tingginya mobilitas masyarakat membuat potensi kendala di perjalanan semakin besar.
“Dalam situasi seperti ini, sentuhan humanis dari aparat menjadi hal yang penting. Bukan hanya untuk menyelesaikan masalah, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” kala Bhudi.
Apa yang dilakukan jajaran Satlantas Polres Tangsel di Pos German Center menjadi gambaran nyata pendekatan tersebut. Sebuah aksi kecil, namun berdampak besar bagi seseorang yang sedang berjuang pulang.
Di tengah hiruk-pikuk arus mudik, kisah ini mengingatkan bahwa perjalanan bukan hanya soal jarak, tetapi juga tentang kepedulian yang mengantarkan seseorang kembali ke rumah.
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Internasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu




