TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Tinjau Proyek MRT Fase 2A, Pramono Sebut Gibran Kagum Pekerja Lokal Dominasi Konstruksi

Reporter & Editor : AY
Selasa, 12 Mei 2026 | 12:55 WIB
Wapres Gibran dan Gubernur Pramono Anung saat meninjau proyek MRT Jakarta Fase 2A. Foto Ist
Wapres Gibran dan Gubernur Pramono Anung saat meninjau proyek MRT Jakarta Fase 2A. Foto Ist

JAKARTA - Gubernur Pramono Anung mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A pada Selasa (12/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, Gibran disebut terkesan dengan perkembangan proyek, terutama karena seluruh pengerjaannya melibatkan tenaga kerja lokal.


Peninjauan dilakukan di sejumlah titik proyek MRT Utara–Selatan, mulai dari kawasan Sawah Besar, Harmoni, hingga Duta Merlin. Agenda itu juga dihadiri Menteri Perhubungan bersama jajaran manajemen MRT Jakarta.


“Pagi ini saya mendampingi Bapak Wakil Presiden dan juga hadir Bapak Menteri Perhubungan untuk mengecek progres fase 2A MRT Utara-Selatan. Tadi kita turun di Sawah Besar, kemudian ke Harmoni dan Duta Merlin,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta.


Pramono mengungkapkan, progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A kini telah mencapai 59,7 persen. Pemerintah menargetkan tahap commissioning dimulai pada pertengahan 2027, sebelum operasional bertahap hingga kawasan Harmoni dilakukan paling lambat akhir 2027.


“Kalau dilihat secara keseluruhan, progresnya sekarang sudah 59,7 persen. Mulai pertengahan 2027 kita akan commissioning, kemudian operasional sampai Harmoni ditargetkan paling lambat akhir 2027,” katanya.


Ia menambahkan, pembangunan jalur MRT hingga kawasan Kota Tua ditargetkan rampung pada akhir 2029. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, maka jalur utama MRT Utara–Selatan sepanjang 22,2 kilometer akan tersambung sepenuhnya.


Selain proyek MRT Utara–Selatan, Pemprov DKI Jakarta juga tengah mempersiapkan pembangunan MRT Timur–Barat. Saat ini proses pembebasan lahan, penetapan trase, hingga lokasi stasiun masih terus dilakukan.


“Kalau semuanya berjalan lancar, segmen pertama MRT Barat–Timur mudah-mudahan bisa dinikmati masyarakat pada 2030,” ucapnya.


Dalam kesempatan itu, Pramono juga menjelaskan tantangan konstruksi di kawasan Sawah Besar dan Mangga Besar. Menurutnya, kedua stasiun tersebut menjadi titik terdalam dalam proyek MRT Fase 2A.


“Stasiun Sawah Besar dan Mangga Besar merupakan stasiun terdalam, sekitar 28 meter di bawah tanah. Karena itu, pekerjaan konstruksinya jauh lebih kompleks dibanding lokasi lain,” jelasnya.


Pramono menegaskan, seluruh proyek dikerjakan oleh tenaga kerja Indonesia. Sebanyak 3.800 pekerja yang terlibat disebut berasal dari putra-putri bangsa.
“Semua dikerjakan oleh putra-putri Indonesia. Ini menunjukkan bahwa kita mampu mengerjakan proyek sebesar ini dengan sumber daya sendiri,” katanya.


Secara keseluruhan, lanjut Pramono, Gibran mengapresiasi perkembangan proyek MRT Jakarta Fase 2A, terutama kualitas pembangunan terowongan yang dinilai rapi dan progresif.


“Beliau menyampaikan rasa gembira dan puas karena sebelumnya juga pernah melihat proyek ini. Sekarang progresnya sangat baik, apalagi kondisi terowongannya terlihat rapi,” tutup Pramono.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit