TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Mengenal HELITA, Asisten AI Andalan Pemkot Tangsel yang Sudah Layani Ribuan Pesan Warga

Reporter: Redaksi
Editor: Ari Supriadi
Kamis, 14 Mei 2026 | 10:16 WIB
Kadis Kominfo Tangsel, Tb. Asep Nurdin menyebut HELITA hadir untuk mempermudah akses layanan publik warga lewat satu pintu digital. (Dok. Humas Pemkot Tangsrl)
Kadis Kominfo Tangsel, Tb. Asep Nurdin menyebut HELITA hadir untuk mempermudah akses layanan publik warga lewat satu pintu digital. (Dok. Humas Pemkot Tangsrl)

TANGERANG SELATAN - Kehadiran asisten digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) milik Pemerintah Kota Tangerang Selatan, HELITA, mulai mendapat perhatian besar dari masyarakat. Baru beberapa hari diluncurkan melalui platform Tangsel ONE, layanan ini langsung dibanjiri ribuan pesan dari warga yang mencari informasi hingga menyampaikan laporan.

 

Berdasarkan hasil evaluasi perdana periode 30 April hingga 6 Mei 2026, HELITA tercatat telah menangani 545 percakapan dengan total 4.464 pesan masuk dari masyarakat. Menariknya, sistem “Chat-First AI” tersebut mampu memberikan respons super cepat dengan rata-rata waktu balasan mencapai 49 milidetik.

 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan, Tb. Asep Nurdin mengatakan, kehadiran HELITA dirancang untuk mempermudah akses layanan publik warga melalui satu pintu digital.

 

“HELITA sudah memiliki fondasi kuat sebagai layanan digital warga berbasis AI. Tahap berikutnya adalah memperkuat integrasi, reliabilitas, dan kemampuan penyelesaian kebutuhan masyarakat secara end-to-end,” ujar Asep dalam keterangannya, Kamis (14/5/2026).

 

Dari total percakapan yang masuk, mayoritas warga menggunakan HELITA untuk mencari informasi umum dengan persentase mencapai 37,4 persen. Sementara itu, persoalan perizinan menempati urutan kedua sebesar 21,5 persen, disusul laporan masyarakat sebanyak 14,6 persen.

 

Menurut Asep, tingginya antusiasme masyarakat menjadi sinyal positif bahwa transformasi layanan publik berbasis digital mulai diterima warga Tangsel.

 

“Adopsi awal masyarakat cukup baik dengan 545 percakapan dan 4.464 pesan. Topik terbesar adalah informasi umum, perizinan, dan laporan masyarakat,” ungkapnya.

 

Tak hanya menjadi pusat informasi, HELITA kini juga mulai difungsikan untuk menerima dan mengelola aduan warga melalui sistem ticketing digital. Dalam catatan evaluasi awal, terdapat 68 tiket laporan yang masuk, dengan 37 tiket berhasil diselesaikan dan 29 lainnya masih dalam proses penanganan.

 

Meski begitu, Pemkot Tangsel mengakui penyelesaian laporan warga masih menjadi tantangan tersendiri. Sebab, tindak lanjut aduan sangat bergantung pada kesiapan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

 

“HELITA sudah dapat menjadi front door untuk menerima kebutuhan warga, namun penyelesaian laporan masih sangat bergantung pada kesiapan proses tindak lanjut OPD, integrasi sistem, dan SLA internal,” jelas Asep.

 

Dari sisi teknis, Diskominfo Tangsel juga terus melakukan pemantauan intensif terhadap performa sistem. Saat awal peluncuran, lonjakan penggunaan CPU sempat menyentuh hampir 100 persen akibat tingginya trafik pengguna. Namun kini kondisi infrastruktur disebut sudah kembali stabil.

 

Ke depan, Pemkot Tangsel berencana memperluas kanal layanan agar masyarakat semakin mudah mengakses HELITA. Salah satunya dengan menyiapkan native web chat sebagai saluran komunikasi jangka panjang.

 

“Kami menyiapkan native web chat sebagai channel jangka panjang untuk meningkatkan reliabilitas dan kontrol layanan. Kami juga akan melanjutkan integrasi dengan stakeholder 112 untuk mendukung proses pelaporan dan tindak lanjut bagi warga,” tutupnya.(*)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit