TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Prabowo Subianto: Gaji Hakim RI Kini Lampaui Malaysia dan Singapura, Prabowo Tegaskan Reformasi Penegakan Hukum

Reporter & Editor : AY
Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:36 WIB
Presiden Prabowo pada peresmian Musium Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Foto : Ist
Presiden Prabowo pada peresmian Musium Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Foto : Ist

JAWA TIMUR - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya memperkuat penegakan hukum dengan meningkatkan kesejahteraan hakim di Indonesia. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga marwah lembaga peradilan sekaligus memastikan keadilan benar-benar dirasakan masyarakat, terutama kalangan kecil dan lemah.


Dalam peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026), Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah telah menaikkan gaji hakim secara signifikan sejak tahun lalu. Bahkan, kenaikan untuk hakim paling junior mencapai hampir 300 persen.


“Hakim-hakim kita harus menjadi hakim yang adil, bersih, dan berintegritas. Karena itu saya menaikkan gaji hakim. Untuk hakim paling junior, kenaikannya hampir 300 persen, tepatnya sekitar 280 persen,” ujar Prabowo.


Ia mengatakan, lonjakan kesejahteraan tersebut membuat posisi gaji hakim Indonesia kini menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan ASEAN. Gaji hakim junior Indonesia disebut sudah mencapai dua kali lipat dibanding hakim di Malaysia. Sementara itu, pendapatan Ketua Mahkamah Agung disebut telah melampaui take home pay Ketua Mahkamah Agung Singapura.


Meski demikian, Prabowo menilai pembenahan sistem hukum tidak cukup hanya dengan peningkatan kesejahteraan. Ia meminta seluruh aparat penegak hukum untuk melakukan koreksi diri dan membersihkan institusi masing-masing dari praktik penyimpangan.


Presiden juga menegaskan bahwa aparat negara tidak boleh terlibat ataupun menjadi pelindung berbagai praktik ilegal seperti penyelundupan, narkoba, perjudian, maupun tindak pidana lainnya.


“Seluruh aparat harus berani memperbaiki diri dan membersihkan institusi. Jangan sampai ada aparat yang justru membekingi penyelundupan, narkoba, judi, dan berbagai praktik ilegal lainnya,” tegasnya.


Menurut Prabowo, pengadilan merupakan benteng terakhir masyarakat dalam mencari keadilan. Karena itu, integritas aparat hukum harus dijaga agar kepercayaan publik terhadap negara tetap kuat.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit