Zulhas: Sinergi MBG dan Kopdes Merah Putih Perluas Serapan Pangan Lokal, Perkuat Ekonomi Desa
JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan sinergi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) terus diperkuat untuk memperluas penyerapan hasil pangan lokal sekaligus menggerakkan perekonomian desa. Hingga kini, Program MBG telah melibatkan sekitar 148 ribu pemasok pangan lokal, mulai dari BUMDes, koperasi, kelompok tani, kelompok peternak, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Zulhas mengatakan, kolaborasi MBG dan KDMP menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan, sekaligus memastikan hasil produksi masyarakat terserap secara optimal.
"Pangan lokal harus menjadi kekuatan ekonomi desa. Karena itu, Pemerintah mendorong agar hasil produksi masyarakat dapat diserap oleh Program MBG dan KDMP, sehingga manfaatnya langsung dirasakan petani, peternak, dan pelaku UMKM," ujar Zulhas dalam Dialog Masyarakat Sipil untuk Ketahanan Pangan dan Kelestarian Lingkungan di Wonosobo, Senin (13/7/2026).
Menurut Zulhas, Indonesia memiliki kekayaan komoditas pangan lokal yang sangat beragam dan tidak hanya bergantung pada beras sebagai sumber pangan utama. Potensi tersebut harus terus dikembangkan agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Ia menegaskan, penguatan pangan lokal merupakan bagian penting dari strategi mewujudkan swasembada pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di perdesaan.
Karena itu, Pemerintah terus mendorong agar kebutuhan bahan baku Program MBG dipenuhi dari hasil produksi dalam negeri. Langkah ini diharapkan mampu memperluas manfaat ekonomi bagi petani, peternak, koperasi, dan pelaku UMKM di berbagai daerah.
Selain meningkatkan serapan produk lokal, kolaborasi MBG dan KDMP juga diyakini akan memperkuat rantai pasok pangan nasional serta menciptakan pasar yang berkelanjutan bagi komoditas pangan lokal.
Zulhas menambahkan, upaya memperkuat ketahanan pangan harus berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. Menurutnya, ketersediaan air, kesuburan tanah, serta ekosistem yang terjaga merupakan fondasi utama bagi keberlanjutan produksi pangan nasional.
Dialog tersebut turut menghimpun berbagai masukan dari organisasi masyarakat sipil, kelompok tani hutan, akademisi, dan pemerintah daerah terkait pengembangan pangan lokal, penguatan perhutanan sosial, serta pemberdayaan ekonomi desa.
Melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah berharap terbangun sistem pangan nasional yang semakin tangguh, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan.
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu




