TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Komisioner KPU Banten Edukasi Pemilih Pemula

Reporter & Editor : Redaksi
Senin, 20 Juli 2026 | 10:30 WIB
DISKUSI. Komisioner KPU Provinsi Banten, Aas Satibi dalam diskusi bertajuk "DemoTalk 2026: Demokrasi untuk Generasi Selanjutnya" yang digelar di SMK IT Kesehatan Mathla'ul Anwar Malingping, Kabupaten Lebak, Jumat (17/7). BNN
DISKUSI. Komisioner KPU Provinsi Banten, Aas Satibi dalam diskusi bertajuk "DemoTalk 2026: Demokrasi untuk Generasi Selanjutnya" yang digelar di SMK IT Kesehatan Mathla'ul Anwar Malingping, Kabupaten Lebak, Jumat (17/7). BNN

LEBAK – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten mengajak generasi muda untuk menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab, hal itu disampaikan dalam acara diskusi yang bertajuk "DemoTalk 2026: Demokrasi untuk Generasi Selanjutnya" yang digelar di SMK IT Kesehatan Mathla'ul Anwar Malingping.

 

Kegiatan yang diikuti para peserta didik tersebut dikemas dalam bentuk dialog interaktif, diskusi, dan sesi tanya jawab.

 

Komisioner KPU Provinsi Banten, Aas Satibi Harsa, mengatakan pemilih pemula harus memiliki literasi demokrasi sekaligus literasi digital yang baik agar tidak mudah terpengaruh berbagai informasi menyesatkan yang beredar di media sosial.

 

"Generasi muda, khususnya pemilih pemula, harus memiliki literasi demokrasi dan literasi digital yang baik. Di era media sosial saat ini, informasi yang beredar tidak semuanya benar. Karena itu, setiap informasi harus diverifikasi terlebih dahulu agar tidak mudah terpengaruh hoaks maupun disinformasi," ujar Aas dalam pemaparan diskusi tersebut, Jum'at (17/7).

 

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi menghadirkan tantangan baru bagi penyelenggaraan demokrasi. Berbagai bentuk ancaman informasi seperti disinformasi, hoaks (fake news), manipulasi media sosial, kampanye hitam (black campaign), penyalahgunaan data pribadi, hingga ujaran kebencian (hate speech) dapat memengaruhi kualitas demokrasi apabila tidak disikapi secara kritis.

 

Karena itu, Aas mengingatkan generasi muda agar membiasakan diri memverifikasi setiap informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya. 

 

Selain itu, Aas juga memberikan materi mengenai pentingnya menjadi pemilih cerdas dalam Pilkada. Ia mengajak para pelajar memilih calon pemimpin berdasarkan rekam jejak, visi, misi, serta program kerja, bukan karena pengaruh politik uang ataupun informasi yang belum terbukti kebenarannya.

 

"Jadilah pemilih yang cerdas dengan memilih berdasarkan rekam jejak, visi, misi, dan program kerja calon pemimpin. Jangan pernah tergoda politik uang, karena satu suara yang diberikan dengan pertimbangan yang matang akan menentukan masa depan daerah dan bangsa," tegasnya.

 

Sementara itu, Kepala SMK IT Kesehatan Mathla'ul Anwar Malingping, Iis Islahudin, menyampaikan apresiasi kepada KPU Provinsi Banten yang telah memberikan edukasi kepemiluan kepada para peserta didiknya. 

 

Menurutnya, pendidikan demokrasi menjadi bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda sebagai warga negara yang aktif dan bertanggung jawab.

 

"Melalui kegiatan DemoTalk 2026 ini, kami berharap peserta didik memiliki pemahaman yang lebih baik tentang demokrasi dan kepemiluan," ujar Iis.

 

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh peserta didik dapat menjadi bekal ketika mereka memasuki usia pemilih, sehingga mampu berpartisipasi dalam demokrasi secara cerdas dan bertanggung jawab.

 

"Kami ingin membentuk generasi yang siap menjadi warga negara yang aktif dalam membangun demokrasi Indonesia," tutupnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit