Pemkot Bangun Sumur Dalam Di Wilayah Alami Kekeringan
SERPONG-Pembangunan sumur dalam jadi salah satu solusi atasi kekeringan yang terjadi di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Program sumur dalam ini menjadi penanganan jangka menengah.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, rencananya sumur dalam ini juga akan dilengkapi dengan toren penampungan air berkapasitas besar. "Untuk solusi jangka menengah, saya berencana membangun sumur air dalam yang dilengkapi toren berkapasitas besar, seperti yang telah kami bangun di Perumahan Pesona Serpong," kata Benyamin usai Rakor Forkopimda, di Serpong, Selasa (21/7).
Selain itu sebagai solusi penanganan jangka pendek, hingga saat ini pendistribusian air bersih ke titik-titik terdampak kekeringan masih terus dilakukan.
Benyamin memaparkan, hingga kini sebanyak 147 Kepala Keluarga (KK) di enam RT di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu masih terdampak kekeringan.
Menurut dia, kebutuhan air bersih warga menjadi prioritas utama. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah telah menyalurkan sekitar 50 ribu liter air bersih dan siap menambah distribusi apabila masih dibutuhkan masyarakat.
"Sampai kemarin kami telah mendistribusikan kurang lebih 50 ribu liter air bersih. Jika masih diperlukan, distribusi air bersih akan terus kami tambah," ujar Benyamin.
Kemudian di sisi lain, BPBD Tangsel akan memperkuat koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna memantau perkembangan musim kemarau, termasuk perkiraan durasi dan kondisi cuaca ke depan.
Pemkot juga akan berkoordinasi dengan pengelola Bendung Katulampa di Bogor untuk memantau debit Sungai Cisadane. Informasi tersebut dinilai penting karena berpengaruh terhadap ketersediaan air baku bagi pelayanan air bersih serta kebutuhan masyarakat di Tangerang Selatan. "Kami akan terus memperbarui data tersebut sebagai dasar langkah antisipasi yang diperlukan," ucap Benyamin.
Selain menangani krisis air bersih, Pemkot Tangsel juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang kerap meningkat saat musim kemarau. Benyamin meminta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan memberikan pelatihan kepada masyarakat mengenai penanganan awal kebakaran, termasuk penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) serta penanganan kebakaran yang dipicu kompor maupun korsleting listrik.
Menurut Benyamin, langkah-langkah tersebut dilakukan agar dampak musim kemarau dapat ditekan dan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama periode kekeringan berlangsung.
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu



