WHO Targetkan Eliminasi Hepatitis 2030, Dokter RS Sari Asih Bintaro Ingatkan Nyeri Perut Kanan Jangan Diabaikan
PONDOK AREN-Hepatitis masih menjadi salah satu ancaman kesehatan global karena sering berkembang tanpa gejala hingga menyebabkan kerusakan hati yang serius. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat hepatitis virus menyebabkan sekitar 1,3 juta kematian setiap tahun, terutama akibat sirosis dan kanker hati. Di Indonesia,
Kementerian Kesehatan RI juga terus mendorong deteksi dini, vaksinasi, dan edukasi masyarakat untuk menekan angka penularan serta mencegah komplikasi.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Sari Asih Bintaro, dr. Yoppi Kencana, Sp.PD, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan keluhan nyeri atau rasa begah di perut kanan atas karena dapat menjadi salah satu tanda gangguan pada organ hati, termasuk hepatitis.
"Hati memiliki kemampuan beradaptasi terhadap kerusakan. Justru karena itu, hepatitis sering tidak menimbulkan gejala pada tahap awal sehingga banyak pasien baru datang ketika penyakit sudah berkembang menjadi sirosis atau bahkan kanker hati," ujar dr. Yoppi, Jumat (31/07/2026).
Menurutnya, nyeri atau rasa penuh di perut kanan atas sering disalahartikan sebagai gangguan lambung atau masuk angin. Padahal, keluhan tersebut dapat muncul akibat peradangan pada hati yang menyebabkan organ membesar sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.
Selain nyeri, hepatitis juga dapat ditandai dengan kelelahan berkepanjangan, mual, muntah, hilangnya nafsu makan, urine berwarna gelap seperti teh, tinja berwarna pucat, demam ringan, hingga kulit dan mata menguning. Namun, tidak semua penderita mengalami gejala khas.
"Banyak masyarakat mengira hepatitis selalu ditandai mata kuning. Padahal Hepatitis B maupun Hepatitis C dapat berlangsung bertahun-tahun tanpa gejala, sementara kerusakan hati terus berjalan secara perlahan," jelasnya.
WHO menyebut rendahnya angka diagnosis masih menjadi tantangan dalam pengendalian hepatitis. Banyak penderita baru mengetahui dirinya terinfeksi setelah muncul komplikasi, sehingga deteksi dini menjadi salah satu kunci mencapai target eliminasi hepatitis pada 2030.
dr. Yoppi menjelaskan, penularan hepatitis berbeda pada setiap jenis virus. Hepatitis A dan Hepatitis E umumnya menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi.
Sementara Hepatitis B, Hepatitis C, dan Hepatitis D lebih banyak ditularkan melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh yang terinfeksi, seperti penggunaan jarum suntik yang tidak steril, transfusi darah yang tidak aman, maupun hubungan seksual berisiko.
Ia mengingatkan masyarakat tidak menyepelekan kelelahan berkepanjangan atau memilih mengonsumsi obat dan suplemen tanpa pemeriksaan medis.
Menurutnya, beberapa jenis obat justru dapat memperberat kerja hati apabila digunakan tanpa pengawasan tenaga kesehatan.
"Semakin dini hepatitis ditemukan, semakin besar peluang mencegah komplikasi serius. Pemeriksaan fungsi hati dan pemeriksaan laboratorium dapat membantu mengetahui kondisi hati sebelum terjadi kerusakan permanen," katanya.
Sebagai langkah pencegahan, dr. Yoppi menyarankan masyarakat menjalani vaksinasi Hepatitis A dan Hepatitis B sesuai rekomendasi, menjaga kebersihan tangan, memastikan makanan dan minuman diolah secara higienis, tidak berbagi sikat gigi maupun alat cukur, serta menghindari perilaku yang meningkatkan risiko penularan virus.
Ia juga mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri apabila nyeri pada perut kanan atas berlangsung terus-menerus atau disertai gejala lain seperti kelelahan berkepanjangan, perubahan warna urine, kulit dan mata menguning, maupun penurunan nafsu makan.
"Jangan menunggu sampai muncul komplikasi. Bila keluhan pada perut kanan atas berlangsung terus-menerus atau disertai gejala yang mengarah pada gangguan hati, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan agar penyebabnya dapat diketahui sedini mungkin," tutup dr. Yoppi.
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 17 jam yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 7 jam yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu



