Jembatan Beton Ambruk, Akses Warga Mekarsari Lumpuh
Akibat Diterjang Truk Pengangkut Pasir
PANDEGLANG - Jembatan beton sepanjang 25 meter dengan lebar 2,5 di Kampung Citoke, Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, mengalami ambruk, Minggu (23/8) lalu.
Kondisi itu terjadi, akibat truk pengangkut pasir dengan muatan berat melintas terperosok dan jatuh ke sungai setelah bagian jembatan ambruk. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Namun, ambruknya jembatan membuat aktivitas warga di sekitar lokasi terganggu atau lumpuh.
Ketua RT 03 RW 08 Kampung Citoke, Ade Sarmani, membenarkan jembatan beton di wilayahnya ambruk. Kondisi itu terjadi kata dia, saat truk tengah mengangkut pasir untuk kebutuhan pembangunan majelis taklim di Kampung Citoke melintas.
“Truk mengangkut pasir untuk majelis taklim. Kejadiannya hari Minggu (23/8) lalu,” ungkap Ade Sarmani, Selasa (25/8).
Menurut Ade, jembatan tersebut merupakan jembatan beton yang dibangun sekitar tahun 2017 lalu. Dan jembatan itu memiliki panjang sekitar 25 meter dan lebar 2,5 meter.
Sebelum ambruk lanjut dia, jembatan masih dapat dilalui warga. Namun, di sejumlah bagian jembatan terdapat penyangga tambahan berupa batang pohon kelapa. “Normal, Pak. Cuma ini disulam pakai kelapa,” katanya.
Ia menjelaskan, batang pohon kelapa tersebut dipasang di bagian pinggir jembatan sebagai penyangga tambahan.
Ade menuturkan, jembatan tersebut merupakan akses penting bagi warga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Selain digunakan anak sekolah dan masyarakat, jembatan itu juga menjadi akses bagi para petani menuju lahan persawahan.
“Kalau sudah seperti ini otomatis lumpuh. Banyak kegiatan anak sekolah, masyarakat, termasuk petani yang mau ke sawah jadi terganggu,” keluhnya.
Ia berharap pemerintah segera memperbaiki atau membangun kembali jembatan tersebut karena menjadi penghubung utama warga dengan wilayah sekitar.
“Semoga pemerintah secepatnya membangunkan jembatan kami untuk menghubungkan ke Citoke dan Gendir. Jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat, terutama para petani,” harapannya.
Salah seorang warga, Usep (43), mengatakan, ambruknya jembatan berdampak terhadap sekitar 40 kepala keluarga atau ratusan warga di wilayah tersebut.
Menurut Usep, jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses yang biasa digunakan warga untuk beraktivitas, terutama menuju kawasan pertanian.
“Sekitar 40 rumah warga di kampung sini, atau sekitar ratusan jiwa, terdampak. Jembatan ini satu-satunya yang digunakan warga dalam aktivitas sehari-hari, terutama untuk pertanian,” katanya.
Sementara itu, truk pengangkut pasir yang terperosok ke sungai telah dievakuasi. Proses evakuasi dilakukan pada Minggu malam dan truk berhasil diangkat dari lokasi.
Ambruknya jembatan kini menyisakan persoalan akses bagi warga. Selain menghambat mobilitas sehari-hari, kondisi tersebut berpotensi menyulitkan aktivitas pertanian warga yang bergantung pada akses jembatan tersebut.
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu








