TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum dan Kriminal

Advertorial

Indeks

Dewan Pers SinPo
Negara-negara Arab Kutuk Pembakaran Al Quran Di Swedia

Kemlu: Aksi Ini Menodai Toleransi Umat Beragama

Laporan: AY
Senin, 23 Januari 2023 | 07:51 WIB
Demo pembakaran Al Quran di Turki. (Ist)
Demo pembakaran Al Quran di Turki. (Ist)

TANGSEL - Indonesia dan negara-negara Arab mengutuk pembakaran Al Quran dalam aksi protes di Stockholm, Swedia, Sabtu, (21/1). Aksi unjuk rasa yang kebablasan itu menodai 1,5 miliar Muslim dunia.

Pemimpin partai sayap kanan Denmark dari kelompok Stram Kurs, Rasmus Paludan, membakar Al Quran saat demonstrasi di depan Kedubes Turki di Stockholm, Swedia, Sabtu (21/1).

Paludan membakar Al Quran setelah dirinya mendapat izin dari Kepolisian Swedia. Paludan belum memberikan tanggapan terkait motif dirinya kembali membakar Al Quran.

Namun dari izin yang diperolehnya itu, dia sedang menggelar unjuk rasa atas tindakan Presiden Turki Tayyip Erdogan yang dinilai mempengaruhi kebebasan berekspresi di Swedia. Dalam aksi protes itulah, Palu￾dan membakar Al Quran.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia dalam postingan di akun media sosialnya, kemarin, mengutuk keras aksi pembakaran Al Quran oleh politisi Swedia Rasmus Paludan.

“Aksi penistaan kitab suci ini telah melukai dan menodai toleransi umat beragama,” begitu isi pernyataan Kemlu Indonesia.

“Kebebasan ekspresi harus dilakukan secara bertanggung jawab,” tegas pernyataan tersebut.

Hal senada dilontarkan Kementerian Luar Negeri Turki. Pihaknya juga mengutuk aksi itu, meski telah berulang kali memberi peringatan.

Kecaman juga dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Pakistan. Tindakan semacam itu bukanlah ekspresi dari kebebasan ekspresi atau berpendapat, berdasarkan hukum hak asasi manusia internasional. Seperti kewajiban untuk tidak melakukan ujaran kebencian dan menghasut orang untuk melakukan kekerasan.

“Tindakan Islamofobia yang tidak masuk akal dan provokatif ini melukai kepekaan agama lebih dari 1,5 miliar Muslim di seluruh dunia,” bunyi pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Pakistan. Kekhawatiran Pakistan disampaikan kepada pihak berwenang di Swedia.

Kami mendesak mereka memperhatikan sentimen rakyat Pakistan dan Muslim di seluruh dunia, dan mengambil langkah untuk mencegah tindakan Islamofobia,” bunyi pernyataan itu.

Menteri Luar Negeri Kuwait Sheikh Salem Abdullah Al Jaber Al Sabah meminta masyarakat internasional memikul tanggung jawab dengan menghentikan tindakan yang tidak dapat diterima tersebut. Dia juga mengecam segala bentuk kebencian dan ekstremisme serta meminta pertanggungjawaban para pelaku.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi juga tidak ketinggalan. Riyadh menyerukan untuk menyebarkan nilai-nilai dialog, toleransi dan hidup berdampingan, serta menolak kebencian dan ekstremisme.

Uni Emirat Arab ikut menentang semua praktik yang ditujukan untuk mengacaukan keamanan dan stabilitas yang bertentangan dengan nilai dan prinsip manusia dan moral.

Qatar mengutuk izin otoritas Swedia membakar Al Quran, dan meminta masyarakat internasional menolak kebencian dan kekerasan. Atas aksi itu, Iran menyebutnya sebagai upaya untuk memicu kebencian dan kekerasan terhadap umat Islam.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani mengatakan, meski ada penekanan kuat pada hak asasi manusia, orang Eropa terus melembagakan anti Islamisme dan Islamofobia dalam masyarakat mereka.

“Beberapa negara Eropa dengan dalih palsu mengadvokasi kebebasan berbicara. Namun memungkinkan elemen ekstremis dan radikal untuk menyebarkan kebencian terhadap kesucian dan nilai-nilai Islam,” ucap Kanaani.

Yordania ikut mengutuk pembakaran salinan Al Quran itu, dan menekankan perlunya menyebarkan budaya perdamaian dan penerimaan satu sama lain serta mengutuk ekstremisme.

Mesir menyatakan kecamannya sembari memperingatkan bahaya penyebaran tindakan yang menyinggung agama dan memicu ujaran kebencian dan kekerasan. Negara Piramid itu juga menyerukan penegakan nilai-nilai toleransi dan hidup berdampi￾ngan secara damai serta mencegah ekstrimisme.

Kecaman juga datang dari Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Dikutip kantor berita Anadolu, kemarin, OKI mengatakan, aksi pembakaran Al Quran adalah tindakan provokatif yang menargetkan Muslim.

OKI meminta Swedia menghukum mereka yang berada di balik kejahatan rasial. rm.id

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo