Dinas Lingkungan Hidup Pantau Kualitas Air Sungai Cisadane Setiap Jam
Diduga Tercemar
TANGERANG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang melakukan pemantauan intensif terhadap kualitas air Sungai Cisadane usai terdeteksinya dugaan pencemaran pada aliran air baku, Senin (9/2) malam. Sebagai langkah tindak lanjut, Kepala DLH Kota Tangerang, Wawan Fauzi menjelaskan, timnya kini melakukan pengawasan kualitas air secara ketat menggunakan alat pantau kualitas air yang diperbarui setiap jam.
“Selain pengamatan berkala, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang juga akan melakukan uji laboratorium guna memastikan tingkat keamanan air. Hal ini dilakukan secara berulang. Hingga hasil uji tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk merilis pernyataan resmi terkait status keamanan Sungai Cisadane,” papar Wawan, Rabu (11/2).
Selama proses peninjauan dan pengujian berlangsung, masyarakat diimbau untuk sementara waktu tidak menggunakan air Sungai Cisadane untuk keperluan mandi, mencuci, memasak, maupun dikonsumsi sebagai air minum.
Warga pun diminta untuk tidak menangkap, mengolah, ataupun mengkonsumsi ikan yang berasal dari Sungai Cisadane. Pasalnya, ikan berisiko terpapar zat kimia berbahaya yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan atau keracunan.
“Seluruh aktivitas yang memanfaatkan air Sungai Cisadane agar dihentikan sementara hingga hasil uji laboratorium resmi dirilis dan sungai dinyatakan kembali dalam kondisi aman,” tegasnya.
Senada, Dinas Kesehatan (Dinkes) mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh masyarakat sehubungan dengan terindikasinya pencemaran limbah kimia di aliran Sungai Cisadane yang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan, Rabu (11/2).
Kepala Dinkes Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni menyatakan, sebagai langkah pencegahan dan perlindungan kesehatan masyarakat, warga diminta tidak menggunakan air Sungai Cisadane.
Baik, untuk keperluan mandi, mencuci, memasak, maupun air minum sampai terdapat informasi resmi lebih lanjut yang menyatakan kondisi air telah aman. “Selain itu, tidak mengkonsumsi ikan atau hasil tangkapan lainnya dari Sungai Cisadane hingga situasi dinyatakan aman oleh pihak berwenang,” paparnya.
“Menghindari kontak langsung dengan air Sungai Cisadane, terutama apabila air terlihat berbau menyengat, berbusa atau mengalami perubahan warna yang tidak normal,” sambungnya.
Ia menyatakan, paparan limbah kimia dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti iritasi kulit, gangguan pernapasan, mual, muntah atau keluhan lainnya.
“Apabila masyarakat mengalami gejala atau keluhan setelah kontak dengan air Sungai Cisadane, segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat. Untuk kondisi darurat masyarakat dapat menghubungi Call Center 112 atau 021-5577-1135,” ucapnya.
Pemkot Tangerang bersama instansi terkait saat ini terus melakukan pemantauan, investigasi serta langkah-langkah penanganan untuk memastikan keselamatan masyarakat dan pemulihan kualitas lingkungan. Warga diharapkan tetap tenang, waspada dan mengikuti informasi resmi dari Pemkot Tangerang
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 14 jam yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu









