DKV UPJ Dorong UMKM Bersaing Di Pasar Digital
CIPUTAT-Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) Bintaro Jaya terus mendorong pelaku UMKM di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) agar mampu bersaing di pasar digital. Lewat pelatihan pembuatan landing page berbasis kecerdasan buatan (AI) serta penguatan desain kemasan, DKV UPJ menghadirkan solusi branding yang aplikatif dan terukur.
Kepala Program Studi DKV UPJ, Retno Purwanti menegaskan, bahwa kemasan dan tampilan digital kini menjadi wajah utama sebuah produk di mata konsumen.
“Desain bukan sekadar estetika. Kemasan dan tampilan digital sangat menentukan persepsi pasar terhadap kualitas produk. Melalui pelatihan ini, kami ingin UMKM Tangsel mampu membangun citra yang lebih profesional dan kompetitif,” ujarnya, dikutip pada Selasa (3/3).
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa DKV UPJ turut dilibatkan secara langsung untuk mendampingi pelaku usaha. Mulai dari menyusun konsep visual, menentukan material kemasan, hingga memanfaatkan teknologi AI dalam proses perancangan desain.
Menurut Retno, kolaborasi ini menjadi ruang belajar nyata bagi mahasiswa sekaligus bentuk kontribusi perguruan tinggi terhadap penguatan ekonomi lokal.
“Mahasiswa belajar dari kebutuhan riil di lapangan, sementara UMKM mendapat pendampingan kreatif yang sesuai perkembangan zaman,” katanya.
Tak hanya pelatihan, DKV UPJ juga memperkenalkan program pemberdayaan berupa bantuan desain kemasan gratis bagi UMKM. Selain itu, tersedia layanan percepatan produksi desain oleh mahasiswa dan alumni UPJ bagi pelaku usaha yang membutuhkan dukungan profesional.
Pada sesi teknis, peserta dibekali pemahaman mengenai struktur landing page yang efektif sebagai etalase digital. Pelaku UMKM diajarkan menyusun headline yang menarik, deskripsi produk, visual pendukung, harga, hingga promo dengan pendekatan yang sistematis menggunakan AI.
Landing page dinilai penting karena mampu mengarahkan promosi secara lebih terstruktur dan meningkatkan konversi penjualan. Selama ini, banyak UMKM memiliki produk berkualitas, namun belum mengoptimalkan strategi komunikasi digitalnya.
Selain aspek digital, pelatihan juga menyoroti pemilihan material kemasan ramah lingkungan. Salah satunya penggunaan kertas bambu yang dinilai memiliki karakter visual eksklusif sekaligus mendukung storytelling produk. Kemasan yang tepat, dinilai mampu meningkatkan persepsi nilai dan kepercayaan konsumen.
Melalui program ini, DKV UPJ menunjukkan peran akademisi yang tidak hanya berkutat pada teori, tetapi hadir langsung menjawab kebutuhan masyarakat. Sinergi antara kampus dan pelaku usaha diharapkan mampu mendorong UMKM Tangsel naik kelas, lebih adaptif, dan siap bersaing di era ekonomi digital.
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Internasional | 23 jam yang lalu
Nasional | 18 jam yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu



