TangselCity

Ibadah Haji 2024

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers SinPo

India Stop Ekspor Beras, Tenang Stok Pangan Kita Masih Aman Kok

Oleh: Farhan
Minggu, 23 Juli 2023 | 11:05 WIB
Foto : Ist
Foto : Ist

JAKARTA - Perum Bulog memastikan stok pangan nasional aman meski India menghentikan ekspor beras ke Indonesia. Walau begitu, perusahaan pelat merah itu didorong mencari opsi impor beras dari negara lain.

Rencana India menutup keran ekspor beras membuat banyak negara ketar-ketir. Se­bab, saat ini India menguasai 40 persen pengiriman beras secara global, dengan mengekspor ke lebih dari 150 negara, termasuk Indonesia. Kebijakan India dikhawatirkan akan menekan kecukupan stok pangan dunia.

Pengamat pertanian Asosia­si Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori menilai, dampak India menghentikan ekspor beras tidak memberikan dampak sig­nifikan. Karena, Indonesia sudah memiliki kontrak impor mencapai 2 juta ton hingga akhir tahun ini.

“Kalau memang sudah ada kontraknya, beras bisa didatang­kan sewaktu-waktu. Artinya tidak perlu ada yang dikhawatir­kan,” ujar Khudori kepada Rakyat Merdeka (Tangsel Pos Grup), kemarin.

Kontrak impor beras, lanjut Khudori, dapat menjadi salah satu upaya dalam mengantisipasi dampak El-Nino. Khususnya saat terjadi penurunan produksi beras dalam negeri.

“Jika El Nino berdampak serius, kuota impor 2 juta ton ini cukup untuk memenuhi stok beras, jika semuanya bisa diek­sekusi,” katanya.

Khudori menilai wajar India membatasi ekspor beras. Kare­na, India ingin menekan inflasi yang terjadi di dalam negerinya.

Saat pandemi, menurutnya, In­dia sudah mulai mengurangi kuo­ta ekspor beras untuk melindungi pasar dalam negerinya. Begitu juga tahun lalu, India mengena­kan bea keluar 20 persen untuk beras broken atau patahan.

Khudori mendorong Pemerin­tah Indonesia untuk mencari opsi impor beras dari negara lain un­tuk menjaga ketahanan pangan.

Dihubungi terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Kelem­bagaan Bulog, Tomy Wijaya mengaku, pihaknya tidak khawatir India mau hentikan impor.

Untuk pengadaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), lanjut­nya, pihaknya melakukan penyera­pan baik dalam maupun luar negeri.

“Sejauh ini masih aman,” ujar Tomy singkat kepada Rakyat Merdeka (Tangsel Pos Grup), kemarin.

Menurut Tomy, dalam meng­hadapi dampak dari El Nino, Pemerintah telah menugaskan Perum Bulog untuk menyerap sebanyak-banyaknya hasil panen dalam negeri.

Pihaknya memang ditugaskan untuk mendatangkan beras dari luar negeri alias impor. Namun hal itu hanya untuk menjalankan Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Adapun beras impor yang didatangkan mayoritas berasal dari Thailand dan Vietnam.

Terpisah, Direktur Bisnis Perum Bulog Febby Novita menjelas­kan, pihaknya terus mewaspadai EL Nino yang berdampak pada kekeringan lahan pertanian.

Untuk itu dilakukan upaya mitigasi, seperti penjaminan penyediaan stok pangan, dengan menyerap beras secara massive.

Sebab, kerawanan pangan yang mungkin terjadi, dapat berpengaruh pada gejolak harga di tingkat konsumen.

Karena itu pihaknya menjamin, pasokan beras nasional yang terse­bar di seluruh gudang Bulog di In­donesia, berada pada jumlah aman.

“Masyarakat tidak perlu kha­watir, stok beras yang dikuasai Bulog saat ini ada sebanyak 750 ribu ton,” kata Febby melalui siaran pers, Kamis (20/7).

Di samping itu, pihaknya sudah menyerap lebih dari 700 ribu ton beras petani dalam negeri. Dan akan terus menyerap selama produksi masih ada dan sesuai ketentuan.

Lebih lanjut Febby menjelas­kan, guna menyikapi bahaya El Nino yang berdampak pada kelangkaan pasokan, Bulog juga ditugaskan Pemerintah menam­bah pasokan dari importasi.

Sampai saat ini, Bulog sudah merealisasikan penugasan impor untuk tahun 2023 sebanyak 500 ribu ton untuk tahap pertama.

“Saat ini sedang jalan tahap kedua sebanyak 300 ribu ton,” akunya.

Pihaknya akan terus memaksi­malkan seluruh instrumen yang ada, sebagai langkah antisipasi bersama menghadapi El Nino.

Bahkan, untuk menjamin ketersediaan dan keterjangkauan pangan, pihaknya telah melibatkan kelompok tani, penggilingan tradisional, serta para stakeholder lainnya.

Serta terus berkoordinasi dengan Pemerintah pusat maupun daerah, demi menjaga pemerataan ketersediaan stok pangan, khususnya beras.

Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (NFA) Arief Pra­setyo Adi mengaku, dengan kondi­si stok beras yang ada di Bulog saat ini mencapai 735 ribu ton, pi­haknya terus mendorong pemenu­han Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dari produksi dalam negeri.

Salah satunya, kata dia, Presiden Joko Widodo meminta Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, untuk menyiapkan lahan 500 ribu hektar (Ha).

Sehingga hasil panen dari la­han ini nantinya dapat memasok stok beras ke Bulog, sesuai target dari NFA mencapai 2,4 juta ton beras hingga akhir 2023.

Menurut Arief, penguatan stok pangan ini akan terus dipercepat dengan menaikkan stok Bulog dari 735 ribu ton menjadi 1,2 juta ton sesegera mungkin. Hal ini paralel, dengan upaya peningkatan produksi padi.

“Sehingga dampak El Nino terhadap ketahanan pangan dapat kita minimalisir sekecil mungkin,” tutup Arief melalui siaran pers, Selasa (18/7).

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo