Stok BBM Aman, DPR Minta Masyarakat Tidak Panic Buying
JAKARTA - Masyarakat diminta tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan meski terjadi antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di berbagai daerah.
Ketua Komisi XII DPR, Bambang Patijaya, mengatakan antrean terjadi di beberapa wilayah, termasuk Aceh hingga Bangka Belitung, akibat kekhawatiran masyarakat terhadap dampak konflik di Timur Tengah.
Menurutnya, ketersediaan BBM di wilayah tersebut tetap aman dan mencukupi. Ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan.
Di sisi lain, anggota Komisi VI DPR, Rivqy Abdul Halim, meminta PT Pertamina memberikan penjelasan yang jelas terkait kondisi cadangan BBM nasional agar tidak memicu kepanikan di masyarakat.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut cadangan operasional BBM Indonesia berada pada kisaran sekitar 20 hari. Pernyataan itu kemudian memicu kekhawatiran di sejumlah daerah.
Menanggapi hal tersebut, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, memastikan stok BBM nasional dalam kondisi aman dan distribusi energi tetap berjalan normal.
Menurutnya, stok sekitar 21 hari merupakan cadangan operasional yang dikelola dalam sistem logistik energi nasional dan terus diperbarui melalui produksi kilang dalam negeri maupun impor yang telah direncanakan.
Pertamina juga melakukan berbagai langkah antisipasi, termasuk diversifikasi sumber pasokan, penguatan logistik distribusi, serta optimalisasi operasi kilang.
Masyarakat pun diimbau tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi energi tetap stabil di seluruh wilayah Indonesia
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 4 jam yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu


