Kinerja Fiskal & Pembangunan Tunjukkan Tren Positif
SETU-Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie menyampaikan Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD, di Gedung DPRD Tangsel, Selasa (31/3). Penyampaian tersebut merupakan bentuk pelaksanaan amanat peraturan perundang-undangan terkait penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Benyamin menegaskan, pentingnya proses pembahasan LKPJ yang konstruktif demi kemajuan daerah. “Kami berharap pembahasan LKPJ ini dapat berjalan lancar, konstruktif, dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Kota Tangsel,” ujarnya.
Benyamin menjelaskan, pembangunan daerah Tahun Anggaran 2025 dilaksanakan berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) sebagai penjabaran dari RPJMD 2025-2029, dengan visi “Tangsel Unggul, Inklusif, Inovatif, Kolaboratif Menuju Kota Lestari”.
Visi tersebut dijabarkan dalam empat misi utama, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi berbasis inovasi, reformasi birokrasi, serta pembangunan kota yang berkelanjutan dan inklusif.
“Secara umum, Tangsel memiliki peran strategis sebagai wilayah penghubung antara Provinsi Banten dan DKI Jakarta, dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 1,47 juta jiwa yang didominasi usia produktif,” ungkapnya.
Pada sisi keuangan daerah, realisasi pendapatan tahun 2025 mencapai Rp 5,04 triliun atau 102,93 persen dari target. Capaian ini didorong oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang melampaui target hingga 107,33 persen.
“Capaian ini menunjukkan kuatnya basis pendapatan daerah serta meningkatnya efektivitas pengelolaan sumber-sumber pendapatan lokal,” kata Benyamin.
Kontribusi PAD yang mencapai lebih dari 63 persen terhadap total pendapatan mencerminkan meningkatnya kemandirian fiskal daerah, meskipun pendapatan transfer dari pemerintah pusat belum sepenuhnya memenuhi target.
Sementara, realisasi belanja daerah tercatat sebesar Rp4,67 triliun atau 93,31 persen dari anggaran, yang difokuskan untuk belanja operasional, pelayanan publik, serta pembangunan infrastruktur.
Dari sisi pembiayaan, tercatat surplus anggaran sebesar Rp368,29 miliar, serta realisasi pembiayaan netto sebesar Rp110,29 miliar yang bersumber dari SiLPA tahun sebelumnya.
Dalam capaian makro, pertumbuhan ekonomi Tangsel berada di angka 5,00 persen, dengan PDRB per kapita mencapai Rp 85,48 juta dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 84,81 yang menjadi tertinggi di Provinsi Banten.
Selain itu, tingkat pengangguran menurun menjadi 4,13 persen dan tingkat kemiskinan berada di angka 2,39 persen. “Ini menunjukkan adanya perbaikan pada pasar tenaga kerja, meskipun tantangan ketimpangan masih perlu diatasi,” jelasnya.
Benyamin juga menjelaskan, bahwa Pemkot Tangsel juga meraih berbagai penghargaan sepanjang 2025, di antaranya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke-13 dari BPK, Kota Layak Anak kategori utama, serta penghargaan Kota Peduli HAM.
Sementara, pada sisi kebijakan strategis, Benyamin menjelaskan, Pemkot Tangsel menetapkan sejumlah regulasi penting, mulai dari pembebasan BPHTB bagi masyarakat berpenghasilan rendah, jaminan sosial pekerja rentan, hingga kebijakan pengelolaan sampah dan sistem penerimaan murid baru.
Benyamin juga mengapresiasi sinergi DPRD dan seluruh elemen masyarakat. “Kami mengucapkan terima kasih atas kolaborasi semua pihak, dan berharap capaian ini dapat terus ditingkatkan demi kesejahteraan masyarakat Tangsel,” pungkasnya.
Pos Banten | 23 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Opini | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu




