TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

Pelaku UKM Keluhkan Lonjakan Harga Plastik

Reporter: Idral Mahdi
Editor: Redaksi
Kamis, 09 April 2026 | 07:00 WIB
Padagang kecil mula keluhkan kenaikan harga plastik belakangan ini.
Padagang kecil mula keluhkan kenaikan harga plastik belakangan ini.

CIPUTAT-Lonjakan harga plastik yang terjadi sejak pertengahan Maret 2026 membuat pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kota Tangsel kian tertekan. Kenaikan yang signifikan ini memicu dilema bagi para pedagang, antara mempertahankan harga jual atau berisiko kehilangan pelanggan.

 

Sejumlah pedagang di Pasar Ciputat mengaku kenaikan harga plastik berlangsung drastis dan terjadi dalam waktu singkat. Kondisi ini membuat mereka harus memutar otak untuk tetap menjaga kelangsungan usaha di tengah tekanan biaya operasional.

 

Evi, salah satu pedagang plastik di Pasar Ciputat menyebutkan, bahwa lonjakan harga terjadi hampir dua kali lipat dalam beberapa pekan terakhir. Ia mengaku, kenaikan ini sangat membebani, baik bagi pedagang maupun pembeli. “Naiknya sudah lebih dari dua kali lipat,” ujar Evi saat ditemui, Rabu (8/4).

 

Menurutnya, plastik jenis PE yang paling banyak digunakan oleh pelaku usaha mengalami kenaikan paling signifikan. Sebelumnya, harga plastik tersebut masih berada di kisaran Rp 28 ribu per kilogram.

 

Namun sejak 15 Maret 2026, harga plastik PE melonjak menjadi sekitar Rp 55 ribu. Kenaikan ini turut berdampak pada produk turunan lain seperti gelas plastik dan wadah makanan sekali pakai.

 

Kondisi tersebut memperparah situasi pedagang yang sebelumnya telah menghadapi penurunan daya beli masyarakat. Penjualan pun ikut terdampak karena konsumen mulai mengurangi pembelian. “Penjualan jelas menurun. Harga naik, tapi daya beli masyarakat justru lagi turun,” keluh Evi.

 

Hal senada disampaikan Irfan, pedagang bumbu dapur di Pasar Ciputat. Ia mengatakan, kenaikan harga plastik mulai terasa setelah periode Lebaran.

 

Menurut Irfan, hampir seluruh ukuran plastik mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Kenaikan tersebut berkisar antara Rp20 ribu hingga Rp30 ribu, tergantung ukuran dan jenisnya. “Setelah Lebaran mulai naik. Hampir semua ukuran terdampak, kenaikannya bisa sampai 30 ribu rupiah,” ungkapnya.

 

Lonjakan harga ini memaksa para pedagang untuk lebih selektif dalam penggunaan plastik. Bahkan, sebagian pedagang mulai membebankan biaya tambahan kepada konsumen untuk setiap kantong plastik yang digunakan.

 

Diah Sulistiya, warga Pamulang mengaku, terkejut saat harus membayar tambahan untuk kantong plastik saat berbelanja telur. Ia menyebut, kebijakan tersebut kini mulai umum diterapkan. “Sekarang kalau mau pakai plastik harus bayar Rp500 kalau tidak bawa kantong sendiri,” ujarnya.

 

Fenomena ini dinilai sebagai dampak langsung dari meningkatnya biaya operasional pedagang. Mereka tidak memiliki banyak pilihan selain menyesuaikan harga atau mengurangi penggunaan plastik.

 

Di sisi lain, kenaikan harga plastik ini disebut-sebut dipicu oleh faktor global. Salah satunya adalah terganggunya pasokan bahan baku akibat konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah. Ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran berdampak pada distribusi minyak mentah dan produk turunannya, termasuk bahan baku plastik seperti nafta.

 

Gangguan distribusi yang melintasi Selat Hormuz turut memperlambat pasokan bahan baku ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Padahal, Indonesia masih sangat bergantung pada impor bahan baku plastik dari kawasan Timur Tengah. Diperkirakan sekitar 70 persen kebutuhan domestik masih dipenuhi dari impor.

 

 Akibatnya, setiap gangguan dalam rantai pasok global akan langsung berimbas pada harga di dalam negeri. Para pelaku usaha kecil pun menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya.

 

Jika kondisi ini terus berlanjut, para pedagang berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga dan menjaga keberlangsungan usaha kecil di tengah tekanan ekonomi.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit