TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Wali Kota Evaluasi WFH Secara Berkala

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Kamis, 23 April 2026 | 07:45 WIB
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie saat diwawancarai mengenai evaluasi penerapan WFH, Rabu (22/4). Foto : Ist
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie saat diwawancarai mengenai evaluasi penerapan WFH, Rabu (22/4). Foto : Ist

SERPONG - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus melakukan evalua­si terhadap kebijakan Work From Home (WFH) yang diterapkan setiap Jumat. Evaluasi dilakukan secara berkala guna memastikan kedisiplinan serta efektivitas kerja tetap terjaga.


Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie menegaskan, bahwa pemantauan terhadap pelaksanaan WFH terus dilakukan sejak awal kebijakan diberlakukan. Hasil evaluasi sementara menunjukkan kepatuhan ASN cukup tinggi.


“Sudah terus, evaluasi terus kita lakukan. Evaluasi pertama kemarin, kemarin betul-betul sudah Work From Home. Alhamdulillah, saya tidak mendapatkan laporan 40% ASN Tangerang Selatan yang bekerja di rumah, itu kemudian keluar rumah. Tidak ada,” ujar Benyamin, Rabu (22/4). 


Ia menjelaskan, pengawasan dilakukan melalui sistem absensi serta laporan aktivitas harian. Dari data yang diterima, sebagian besar ASN menjalankan tugasnya dari rumah sesuai ketentuan.
“Waktu absensi, itu mereka berada di rumah. Pelaporan kegiatan, karena mereka harus melaporkan aktivitas mereka di rumah, apa yang mereka kerjakan. Ini juga angkanya cukup bagus lah ya, saya informasinya 70-80% ya,” jelasnya.


Meski demikian, Benyamin mengakui tidak semua jenis pekerjaan dapat terukur secara maksimal selama WFH, terutama yang bersifat administratif atau staf pendukung.


“Ada yang sifatnya staff, lalu administrasi. Mungkin aktivitas kegiatannya administrasinya kurang. Tapi angka ini cukup bagus sekali,” katanya.


Selain aspek kedisiplinan dan produktivitas, Pemkot Tangsel juga menyoroti potensi efisiensi anggaran dari kebijakan WFH tersebut. Namun, dampak penghematan masih menunggu data dalam periode bulanan.


“Nah, yang belum terukur itu adalah seberapa jauh listrik, air di kantornya itu menurun. Karena ini nanti kan bulanan kan, nanti ketahuannya pada bulan yang akan datang,” ungkapnya.


Benyamin berharap kebijakan WFH tidak hanya berdampak pada fleksibilitas kerja, tetapi juga mampu menekan biaya operasional pemerintah.
“Saya harapkan ada penurunan tagihan listriknya, tagihan airnya, kemudian bensin juga,” tandasnya.


Ia optimistis, dalam waktu dekat dampak kebijakan tersebut dapat terukur secara lebih komprehensif, termasuk dari sisi efisiensi anggaran daerah.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit