TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

10 Jam Terjebak di Gerbong KRL, Endang Bertahan hingga Dievakuasi Pagi Hari

Reporter & Editor : AY
Selasa, 28 April 2026 | 11:47 WIB
Tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Foto : Ist
Tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Foto : Ist

BEKASI – Nasib dramatis dialami Endang Kuswati (41), salah satu korban kecelakaan kereta api di Bekasi. Ia harus bertahan hampir 10 jam terjepit di dalam gerbong KRL sebelum akhirnya berhasil dievakuasi pada Selasa (28/4/2026) pagi.


Iqbal, sepupu korban, mengungkapkan bahwa Endang sempat menghubungi keluarga sekitar pukul 22.00 WIB, tak lama setelah insiden terjadi pada Senin (27/4/2026) malam. Dalam kondisi panik, ia memberi kabar bahwa dirinya menjadi salah satu korban kecelakaan.
“Dia menelepon dan bilang jadi korban di kereta itu,” ujar Iqbal saat ditemui di RSUD Bekasi.


Keluarga yang menerima kabar tersebut langsung bergegas menuju lokasi kejadian. Namun hingga sekitar pukul 02.00 WIB, mereka belum juga mendapatkan kepastian mengenai keberadaan Endang.


Informasi baru diperoleh setelah keluarga menerima foto dari lokasi kejadian yang menunjukkan Endang masih berada di dalam gerbong dalam kondisi lemas dan sudah menggunakan bantuan oksigen.


Menurut Iqbal, posisi Endang yang berada di gerbong bagian belakang membuat proses evakuasi berjalan lebih lama. Ia baru berhasil dikeluarkan dari dalam kereta sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB, menjadi salah satu dari korban terakhir yang dievakuasi.
“Saudara saya termasuk tiga orang terakhir yang ditarik keluar dari gerbong,” jelasnya.


Setelah berhasil dievakuasi, Endang langsung dilarikan ke RSUD Bekasi untuk mendapatkan penanganan intensif. Saat ini, ia masih menjalani serangkaian pemeriksaan, termasuk rontgen, guna memastikan ada atau tidaknya cedera serius seperti patah tulang.


Iqbal menambahkan, selama terjebak berjam-jam, kondisi fisik korban sempat mengalami pembengkakan. Meski demikian, kini kondisinya mulai berangsur membaik dan sudah bisa berkomunikasi dengan keluarga, meskipun masih terlihat lemas.
“Sudah bisa diajak ngobrol, tapi memang masih lemah,” katanya.


Terkait bantuan, pihak keluarga mengaku belum menerima informasi lebih lanjut dari PT KAI. Meski begitu, mereka mengapresiasi upaya evakuasi yang dilakukan petugas di lapangan.


Keluarga berharap ke depan ada peningkatan dalam sistem keselamatan dan penyampaian informasi kepada korban maupun keluarga.


“Semoga semua korban bisa segera pulih,” tutup Iqbal.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit