Tragis, Guru SD Nurlaela Jadi Korban Tewas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Tinggalkan Anak Tunggal
BEKASI — Duka mendalam menyelimuti dunia pendidikan. Nurlaela (37), seorang guru sekolah dasar di SDN Pejagan 11 Pulogebang, Jakarta Timur, menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan tragis yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam (27/4/2026).
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, mengungkapkan bahwa almarhumah merupakan aparatur sipil negara sejak 2019 dan dikenal sebagai sosok guru yang berdedikasi tinggi. Selain mengajar sebagai wali kelas 2, Nurlaela juga dipercaya mengemban tugas tambahan sebagai bendahara sekolah serta pengelola perpustakaan.
“Almarhumah dikenal sangat bertanggung jawab dan berdedikasi. Kami semua mendoakan semoga beliau husnul khotimah,” ujar Nahdiana saat menghadiri prosesi pemakaman di Cikarang, Selasa (28/4/2026).
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian Nurlaela. Pemprov memastikan akan memberikan pendampingan penuh kepada keluarga yang ditinggalkan, termasuk pengurusan administrasi kepegawaian serta dukungan psikososial, khususnya bagi anak tunggal almarhumah.
Nurlaela sehari-hari menggunakan KRL sebagai moda transportasi untuk berangkat dan pulang mengajar. Di mata keluarga, ia dikenal sebagai pribadi pekerja keras, sederhana, dan tidak banyak bicara. Tiga bulan sebelum kejadian, ia baru saja menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Negeri Jakarta.
“Dia orangnya tekun, tidak banyak bicara, tapi sangat fokus bekerja. Baru lulus S2 juga beberapa bulan lalu,” tutur Mulyadi, paman korban.
Kabar duka bermula saat Nurlaela tak kunjung pulang ke rumah. Ponselnya sempat dihubungi berkali-kali tanpa respons. Hingga akhirnya, telepon tersebut diangkat oleh orang lain yang mengabarkan bahwa ponsel korban ditemukan di sekitar lokasi kecelakaan, sementara keberadaan Nurlaela belum diketahui.
Keluarga yang diliputi kecemasan langsung menuju lokasi. Setelah sekitar satu jam pencarian, Nurlaela akhirnya ditemukan. Namun, ia telah meninggal dunia.
Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Kampung Ceger, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, dan tiba sekitar pukul 03.00 WIB.
Menurut keluarga, kondisi jasad almarhumah relatif utuh, meski mengalami patah pada bagian kaki serta diduga mengalami luka dalam.
Kepergian Nurlaela meninggalkan duka mendalam, terutama bagi sang anak yang kini duduk di bangku kelas enam sekolah dasar. Almarhumah dimakamkan di pemakaman keluarga yang berada tak jauh dari rumah duka.
TangselCity | 1 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 9 jam yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Selebritis | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu


