TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers SinPo

Balas Sindiran Sekjen PDIP

Idris: Depok Lebih Sukses Dari Solo

Laporan: AY
Selasa, 20 September 2022 | 14:04 WIB
Walikota Depok Mohammad Idris. (Ist)
Walikota Depok Mohammad Idris. (Ist)

Balas Sindiran Sekjen PDIP

Idris: Depok Lebih Sukses Dari Solo

DEPOK - Wali Kota Depok, Mohammad Idris, menjawab tudingan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, yang menyebut Kota Depok tidak berkembang signifikan sejak dikuasai PKS. Ia menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus membangun dan menata kota di era kepemimpinannya.

Idris mengatakan, berbagai pembangunan fisik dan non fisik di eranya terus diupayakannya untuk menunjang berbagai aktivitas masyarakat. Bahkan, Pemkot Depok telah melakukan pembangunan infrastruktur kesehatan, ekonomi masyarakat, hingga ruang publik.

“Di antaranya, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) ASA, Alun-alun Kota Depok, pasar di Sawangan dan renovasi puskesmas di Bojongsari. Jadi, pembangunan bukan hanya di Margonda,” ujarnya di Depok, Jawa Barat, kemarin.

Wali Kota usungan PKS di Pilkada 2015 dan 2020 ini menambahkan, pembangunan fisik lain juga akan terus dikerjakan Pemkot Depok, di antaranya pembangunan alun-alun wilayah barat pada 2023. Pada pembangunan tersebut, lanjut dia, pihaknya akan melibatkan pemerintah provinsi hingga karang taruna, agar pembangunan tersebut bersinggungan dengan pembangunan pemuda dan ekonomi.

Selain itu, Idris sesumbar, Kota Depok menerima opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) hingga 11 kali secara berturut-turut, sejak tahun 2010 hingga 2021. Raihan itu, tegas dia, menjadikan Kota Depok sebagai Kota dengan raihan WTP terbanyak se-Indonesia.

“Prestasi itu, didasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) 2021 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Jawa Barat,” jelas dia.

Lebih lanjut, ia mengatakan, gelar Adipura jiga berhasil diraih Pemkot Depok dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 2017 lalu. Selain itu, lanjut dia, kategori kemiskinan Kota Depok pada 2021, berada pada urutan ketiga kota dengan persentase 2,58 penduduk miskin terendah di Indonesia.

“Dalam waktu dekat, Balai Kota Depok akan menjadi publik space seperti Sarinah di Jakarta. Dengan begitu, dapat digunakan masyarakat untuk kegiatan seni dan sebagainya,” jelasnya

Soal sentilan Hasto, Idris mengingatkan, sindiran politisi Partai Banteng itu juga menyinggung pemangku kebijakan (stakeholder) lain. Sebab, dalam roda Pemerintahan bukan hanya ada unsur PKS.

Istilah pemerintahan, itu ada legislatif, eksekutif, ada yudikatif. Siapa kapolresnya, siapa kajarinya, siapa dandimnya, kalau dibilang nggak maju, semuanya sebenarnya kena sentil juga,” cetusnya.

Idris menambahkan, sesama pimpinan sebaiknya tak perlu saling menyindir. Sebab, hal tersebut hanya akan memperkeruh suasana.

“Jangan sentil-sentilanlah sebagai negarawan malu sama rakyat. Kita sudah melelahkan rakyat pandemi dua tahun ini, dilelahkan jangan memperkeruh,” pungkasnya.

Terpisah, Juru Bicara PKS, Muhammad Kholid menantang PDI Perjuangan untuk adu prestasi Kepala Daerah dengan PKS. Adu prestasi yang dimaksud ini adalah mengenai siapa yang berhasil menurunkan kemiskinan.

Ia menyebut dua pemimpin Kota Depok usungan PKS, Mohamad Idris-Imam Budi Hartono, lebih sukses menurunkan kemiskinan ketimbang Solo dan Jawa Tengah.

“Alhamdulilah, Kota Depok selama dipimpin PKS telah berhasil menurunkan tingkat kemiskinan menjadi 2,58 persen hingga 2021. Capaian ini merupakan tingkat kemiskinan terendah ketiga di Indonesia,” serunya.

Ia pun mempertanyakan Kota Solo selama di bawah kepemimpinan PDI Perjuangan, mulai dari Jokowi hingga sekarang puteranya Gibran Rakabuming Raka, soal prestasi pengentasan kemiskinannya. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan, tingkat kemiskinan di Kota Solo mencapai 9,4 persen pada 2021.

“Di level Kota, Solo adalah kota dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Jawa Tengah! Inikah prestasi yg dibanggakan PDI Perjuangan?” tanya Kholid.

Sebelumnya, Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menyindir PKS yang belakangan keras menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Ia pun menyinggung tentang prestasi PKS selama puluhan tahun memimpin Kota Depok.

“Sekarang tampilkan saja kepala daerah mana dari PKS yang berprestasi? Di Kota Depok puluhan tahun dipimpin PKS, tapi bagaimana prestasinya? Itu baru memimpin kota, belum memimpin Indonesia yang begitu kompleks,” ujar Hasto. (rm.id)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo