TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2025

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers

Wali Kota Wali Jiwa

Oleh: Budi Rahman Hakim, Ph.D.
Editor: Redaksi selected
Jumat, 29 Agustus 2025 | 10:05 WIB
Ist.
Ist.

SERPONG - Dalam istilah pemerintahan, “wali kota” adalah pemimpin administratif. Namun dalam bahasa spiritual, “wali” adalah kekasih Tuhan—penjaga batin umat dan peneduh kehidupan. Di kota modern seperti Tangerang Selatan yang berkembang pesat, kita tidak hanya butuh wali kota dalam pengertian birokratik, tapi juga dalam makna sufistik: pemimpin yang merawat jiwa kota, bukan sekadar mengurus anggaran dan proyek.

 

Banyak kota tumbuh secara fisik tapi kehilangan ruh. Mereka megah dalam struktur, tapi rapuh dalam relasi sosial. Maka pertanyaannya: apakah wali kota hanya hadir sebagai pengatur tata ruang, atau juga penuntun batin masyarakat yang kian gelisah oleh ritme urban yang kejam?

 

Warga Tangsel hari ini menghadapi realitas kompleks: kemacetan, polusi, ketimpangan sosial, serta tekanan hidup yang makin tinggi. Laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 menyebutkan bahwa tingkat kebahagiaan masyarakat kota-kota satelit Jabodetabek menurun signifikan dibanding lima tahun lalu. Ini isyarat bahwa pembangunan tak hanya butuh infrastruktur keras (hard infrastructure), tapi juga infrastruktur lunak: spiritualitas, kebersamaan, dan kepekaan sosial.

 

Seorang “wali jiwa” adalah pemimpin yang tahu bahwa kota bukan cuma dihuni oleh kendaraan, investor, dan dokumen proyek. Kota dihuni oleh manusia dengan luka, harapan, dan pertanyaan-pertanyaan eksistensial. Di sinilah dimensi kepemimpinan sufistik menjadi relevan. Seorang wali kota yang memahami ruh kota akan menghadirkan kebijakan yang penuh empati—bukan hanya efisiensi.

 

Di kota modern seperti Tangsel, pemimpin yang "memanusiakan kota" akan memperhatikan hal-hal yang sering dianggap sepele: keberlangsungan taman baca di kampung, kelangsungan hidup guru mengaji di musholla, atau remaja yang butuh ruang ekspresi agar tidak terjebak dalam kekosongan spiritual.

 

Seperti dikatakan oleh Al-Ghazali dalam Ihya’ ‘Ulumuddin, pemimpin sejati bukan yang sekadar cerdas secara akal, tapi juga halus hatinya, peka terhadap suara rakyat yang paling lemah. Dalam konteks itu, seorang wali kota yang memahami peran spiritualnya akan menjadikan ruang-ruang publik sebagai taman batin, bukan hanya taman beton. 

 

Ia akan melihat puskesmas bukan sekadar tempat layanan, tapi ruang penyembuhan jiwa rakyatnya. Ia akan hadir bukan hanya di media, tapi di ruang-ruang sunyi warga yang butuh penguatan moral dan rasa didengar.

 

Apakah wali kota kita sudah menjadi “wali jiwa”? Ini bukan sindiran, tapi ajakan refleksi. Kota ini tidak sedang kekurangan gedung, tapi kekurangan pengayom. Bukan kekurangan dana, tapi kekurangan rasa. Maka, kita butuh pemimpin yang bisa menautkan kebijakan dengan kasih sayang. Yang bisa melihat warga sebagai amanah, bukan beban. Yang mampu hadir sebagai teman spiritual masyarakatnya, bukan sekadar teknokrat yang terpisah dari denyut sosial.

 

Dalam sejarah Islam, para wali tidak hanya berzikir di menara suci. Mereka membangun jalan, pasar, dan lembaga pendidikan. Mereka menjadi jembatan antara dunia dan akhirat. Maka dalam makna simbolik, wali kota hari ini seharusnya menjadi perpanjangan tangan cinta: membangun kota dengan jiwa dan akal sekaligus.

 

Tangerang Selatan butuh wali kota yang juga wali jiwa. Yang tak hanya hafal angka, tapi juga peduli pada doa-doa lirih dari dapur rakyat. Kota ini layak tumbuh bukan hanya dalam bentuk, tapi juga dalam batin.

 

Kita rindu kepemimpinan yang teduh. Pemimpin yang bukan hanya mendengar laporan, tapi juga tangis rakyat. Bukan hanya menandatangani dokumen, tapi juga memeluk rasa kehilangan warga. Wali kota seperti itulah yang akan dikenang bukan karena gedung-gedung yang ia bangun, tetapi karena hati-hati yang ia rawat.

Komentar:
Dprd
ePaper Edisi 29 Agustus 2025
Berita Populer
01
Bhayangkara FC Kalahkan Persis Solo 2-0

Olahraga | 3 jam yang lalu

02
PSBS Biak Vs Persik, Tuan Rumah Kalah 1-2

Olahraga | 3 jam yang lalu

03
04
05
10
Piero Hincapie Merumput Bersama Arsenal

Olahraga | 2 hari yang lalu

GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit