TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

KDM Tetap Gas Belanja Infrastruktur, Meski Dana Transfer Daerah Susut Rp 2,4 T

Reporter: Farhan
Editor: AY
Selasa, 14 Oktober 2025 | 15:17 WIB
Ikustrasi. Foto : Ist
Ikustrasi. Foto : Ist

JAWA BARAT - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM memastikan tidak akan mengurangi belanja infrastruktur di provinsi yang dipimpinnya. Meski dana transfer daerah dari pusat untuk Jabar berkurang Rp 2.458.000.000.000 (dua triliun empat ratus lima puluh delapan milyar rupiah). KDM bahkan berencana meningkatkan belanja infrastruktur di Jabar, tanpa utang. 

 

"Dananya dari mana? Ya dari hasil efisiensi di beberapa bidang seperti rapat dinas, perjalananan dinas, pengurangan pemakaian air dan listrik di kantor, biaya internet, juga pos-pos lain yang dipandang tidak terlalu penting," kata Dedi, seperti dikutip situs resmi Pemprov Jabar, Selasa (14/10/2025).

 

KDM menekankan infrastruktur seperti jalan, jembatan, bangunan sekolah, irigasi, konektivitas listrik dan internet harus tetap menjadi prioritas di Jabar.

 

Bila infrastruktur baik, maka investasi akan masuk. Bila investasi masuk lancar, maka ekonomi akan berjalan," tegasnya.

 

Ekonomi yang berjalan itu antara lain ditandai oleh tumbuhnya industri. Sehingga, masyarakat bisa memperoleh pekerjaan untuk biaya hidupnya. Dengan kata lain, pertumbuhan infrastruktur sangat relevan dengan pertumbuhan ekonomi.

 

"Bagi masyarakat, pembangunan itu dianggap ada, manakala ada pembangunan jalan, irigasi, bendungan. Andai ada anggapan pembangunan tidak mendukung pertumbuhan ekonomi, itu disebabkan oleh pembangunannya tidak mandiri, menggunakan anggaran pinjaman yang pembayarannya lebih besar dari kemampuan daerah, atau lebih besar pasak daripada tiang," paparnya.

 

Menurut KDM, pemerintah yang menggunakan anggaran yang baik adalah pemerintah yang efisien.

 

"Menggunakan anggarannya untuk sebesar-besar belanja publik. Mengurangi perjalanan dinas, mengurangi belanja alat tulis kantor, mengurangi belanja air dan lain sebagainya," tambah KDM.

 

KDM juga mengatakan, pihaknya tidak akan menggunakan dana pinjaman, meski ada tawaran untuk itu.

 

Lebih baik menggunakan dana sendiri hasil efisiensi daripada meminjam, yang nantinya membebani APBD," pungkasnya.

Komentar:
ePaper Edisi 17 April 2026
Berita Populer
01
Juknis SPMB Di Tangsel Rampung Lebih Awal

TangselCity | 3 hari yang lalu

03
SIM Keliling Kota Tangsel Selasa 14 April 2026

TangselCity | 3 hari yang lalu

04
07
SIM Keliling Tangerang Kota Selasa 14 April 2026

Pos Tangerang | 3 hari yang lalu

08
WNA Asal China Ditemukan Tewas Di Pantai Cibodas

Pos Banten | 3 hari yang lalu

09
Enam Kandidat Incar Posisi Ketua PKB Tangsel

TangselCity | 3 hari yang lalu

GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit