TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Jadwal Imsak
Dewan Pers

Pengeluaran Per Kapita Masyarakat Pandeglang Naik, Tapi BPS Sebut Kesejahteraan Masih Rendah

Rokok Jadi Urutan Kedua Pada Pengeluaran Kelompok Makanan

Oleh: Ari Supriadi
Editor: Ari Supriadi
Kamis, 05 Maret 2026 | 21:25 WIB
Pengendara sepeda motor melintas di Jalan Raya Ahmad Yani, Pandeglang. BPS  mencatat pada periode 2024-2025 terjadi peningkatan rata-rata pengeluaran per kapita penduduk Kabupaten Pandeglang.(Ari Supriadi/tangselpos.id)
Pengendara sepeda motor melintas di Jalan Raya Ahmad Yani, Pandeglang. BPS mencatat pada periode 2024-2025 terjadi peningkatan rata-rata pengeluaran per kapita penduduk Kabupaten Pandeglang.(Ari Supriadi/tangselpos.id)

PANDEGLANG - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada periode 2024-2025 terjadi peningkatan rata-rata pengeluaran per kapita penduduk Kabupaten Pandeglang. Pada 2024, nilai rata-rata pengeluaran per kapita Rp 977.409 sedangkan pada 2025 meningkat menjadi Rp 1.029.724. Pengeluaran rata-rata per kapita adalah biaya yang dikeluarkan untuk konsumsi semua anggota rumah tangga selama sebulan baik yang berasal dari pembelian, pemberian maupun produksi sendiri dibagi dengan banyaknya anggota rumah tangga dalam rumah tangga tersebut.

 

Dikutip dari buku Pandeglang Dalam Angka 2026 yang dirilis BPS Pandeglang, disebutkan ditinjau dari tingkat pengeluaran menurut komoditas, pengeluaran untuk makanan lebih besar yakni sebesar 60,16 persen atau Rp 619.422 dari pada pengeluaran non makanan di angka Rp 410.282 atau 39,84 persen. Atas proporsi belanja tersebut, bisa dikatakan bahwa kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pandeglang belum sejahtera. “Sehingga bisa dikatakan bahwa kesejahteraan penduduk di Kabupaten Pandeglang masih rendah,” tulis BPS Pandeglang, dalam bukunya yang dikutip tangselpos.id, Kamis (5/3/2026) malam.

 

Dirinci dari dua jenis pengeluaran tersebut, pengeluaran per kapita per bulan pada kelompok makanan, tertinggi dibelanjakan untuk makanan dan minuman jadi Rp 165.794 (16,10 persen). Urutan kedua ada belanja untuk rokok Rp 115.477 (11,21 persen), dan terbesar ketiga untuk padi-padian Rp  90.635 (8,80 persen).

 

Kemudian untuk belanja makanan tertinggi dibelanjakan untuk perumahan dan fasilitas rumah tangga Rp 240.522 (23,36 persen), pengeluaran untuk aneka barang dan jasa Rp 91.655 (8,90 persen), dan urutan ketiga untuk pajak, pungutan, dan asuransi Rp  28.351 (2,75 persen).(*)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit