TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

Trump Ancam Kuba, Singgung Langkah AS Setelah Konflik Iran

Reporter: Farhan
Editor: AY
Jumat, 06 Maret 2026 | 14:04 WIB
Presiden AS Donald Trump. Foto : Ist
Presiden AS Donald Trump. Foto : Ist

AS – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan ancaman terhadap pemerintah Kuba. Ia menyatakan bahwa langkah Washington terhadap negara Karibia tersebut kemungkinan akan dilakukan setelah konflik Amerika Serikat dengan Iran selesai.

 

Pernyataan itu disampaikan Trump saat menerima kunjungan klub sepak bola Inter Miami CF di Gedung Putih, Washington DC, Kamis (5/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Trump juga memuji kinerja Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, terkait kebijakan pemerintahannya terhadap Kuba.

 

“Anda telah melakukan pekerjaan yang luar biasa terhadap sebuah tempat bernama Kuba,” ujar Trump.

Ia menegaskan bahwa pemerintahannya telah memperketat sanksi ekonomi terhadap Kuba sebagai upaya menekan perekonomian negara pulau tersebut.

 

“Apa yang terjadi dengan Kuba itu luar biasa. Kami ingin menyelesaikan yang ini (Iran) terlebih dahulu. Tetapi itu hanya soal waktu,” kata Trump. 

 

Selama ini, Trump dan sekutunya kerap melontarkan ancaman terhadap Havana, ibu kota Kuba. Amerika Serikat meningkatkan tekanan ekonomi terhadap negara yang dikenal sebagai “Negeri Cerutu Dunia” itu dengan tujuan menggulingkan pemerintahan komunis yang berkuasa.

 

Tekanan terhadap Kuba juga meningkat setelah AS menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, pada Januari lalu. Selama ini, pasokan minyak dari Venezuela menjadi salah satu penopang utama perekonomian Kuba.

 

Sejak awal Januari, pasokan minyak ke pulau tersebut dilaporkan terhenti. Kondisi ini memaksa maskapai penerbangan mengurangi penerbangan ke Kuba dan memperparah krisis ekonomi yang telah berlangsung lama.

Trump sebelumnya juga menegaskan bahwa pasokan minyak dari Venezuela ke Kuba akan diputus. Selain itu, Presiden ke-45 dan ke-47 AS tersebut beberapa kali menyatakan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer untuk mencapai tujuan politik luar negeri Washington.

 

“Kami meraih banyak keberhasilan dalam berbagai cara. Saya membangun kembali militer pada masa jabatan pertama saya. Dan sekarang kami menggunakannya lebih sering dari yang saya inginkan. Namun setiap kali digunakan, terbukti berhasil,” ujarnya.

 

Krisis Listrik di Kuba

 

Tekanan terhadap Kuba turut berdampak pada kondisi energi di negara tersebut. Pemadaman listrik besar melanda sekitar dua pertiga wilayah Kuba, termasuk ibu kota Havana, setelah salah satu pembangkit listrik terbesar mengalami gangguan.

 

Pembangkit listrik Antonio Guiteras Power Plant yang mengalami kerusakan merupakan salah satu fasilitas utama yang menyuplai energi dari wilayah barat hingga timur Kuba.

 

Krisis listrik sendiri telah lama melanda negara itu. Infrastruktur pembangkit yang menua serta kekurangan bahan bakar membuat pemadaman listrik berkepanjangan menjadi hal biasa di berbagai wilayah.

 

Di beberapa daerah, warga bahkan harus hidup tanpa listrik hingga 20 jam per hari. Situasi tersebut semakin memburuk akibat berkurangnya pasokan minyak dari Venezuela, yang sebelumnya memasok sekitar 50 persen kebutuhan bahan bakar Kuba.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit