Hadapi Krisis Global, Prabowo Percepat Target Swasembada Pangan dan Energi
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menilai kondisi dunia saat ini dipenuhi ketidakpastian akibat berbagai konflik geopolitik yang memicu ancaman krisis global. Meski demikian, ia memandang situasi tersebut sebagai momentum bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian nasional.
Dalam sambutannya pada tasyakuran hari ulang tahun pertama Danantara Indonesia di Jakarta, Rabu (11/3/2026), Prabowo menegaskan bahwa krisis justru dapat menjadi peluang untuk mempercepat berbagai program strategis, terutama di sektor pangan dan energi.
Menurutnya, sejarah menunjukkan bahwa bangsa yang mampu bertahan dalam masa krisis adalah bangsa yang memiliki kekuatan dan kesiapan menghadapi tantangan. Karena itu, Indonesia harus memanfaatkan situasi global saat ini sebagai batu loncatan untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional.
Prabowo optimistis kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia dapat menjadi modal besar untuk menghadapi berbagai tantangan global. Ia bahkan menyebut krisis yang terjadi saat ini sebagai blessing in disguise atau berkah tersembunyi yang mendorong percepatan berbagai rencana pembangunan.
Di sektor pangan, pemerintah menargetkan perluasan swasembada tidak hanya pada beras, tetapi juga komoditas strategis lain seperti jagung dan bahan pangan pokok lainnya. Upaya ini dinilai penting untuk memastikan ketahanan pangan nasional tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.
Sementara di sektor energi, pemerintah terus mendorong pemanfaatan sumber energi alternatif berbasis sumber daya domestik. Bahan bakar nabati yang berasal dari kelapa sawit maupun singkong disebut memiliki potensi besar sebagai pengganti bahan bakar minyak impor.
Saat ini, Indonesia juga telah berhasil mengurangi ketergantungan pada impor solar melalui pengembangan biodiesel berbasis kelapa sawit. Selain itu, potensi energi terbarukan seperti panas bumi dan tenaga surya juga akan dimaksimalkan.
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memiliki cadangan energi panas bumi yang sangat besar, bahkan termasuk yang terbesar kedua di dunia. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal.
Untuk mempercepat transisi energi, pemerintah juga menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas hingga 100 gigawatt dalam waktu mendatang.
Menurut Prabowo, program elektrifikasi berbasis energi terbarukan akan menjadi salah satu langkah penting agar Indonesia dapat mencapai kemandirian energi sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu



