TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Jadwal Imsak
Dewan Pers

Teheran Ajukan Tiga Syarat Perdamaian dalam Konflik dengan AS dan Israel

Reporter: Farhan
Editor: AY
Jumat, 13 Maret 2026 | 03:32 WIB
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Foto : Ist
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Foto : Ist

IRAN – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengemukakan sejumlah persyaratan utama untuk mengakhiri konflik bersenjata yang tengah berlangsung antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah berlanjutnya serangan udara yang menargetkan berbagai wilayah strategis di Iran.

 

Melalui akun media sosial X miliknya, Kamis (12/3/2026), Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tetap membuka peluang bagi terciptanya perdamaian di kawasan.

 

“Dalam percakapan dengan para pemimpin Rusia dan Pakistan, saya menegaskan kembali komitmen Iran terhadap stabilitas dan perdamaian di kawasan,” tulis Pezeshkian.

 

Ia kemudian menyampaikan tiga syarat utama yang menurutnya harus dipenuhi agar konflik dapat dihentikan. Pertama, pengakuan internasional terhadap hak-hak sah Iran. Kedua, pembayaran kompensasi atas kerusakan infrastruktur yang terjadi akibat serangan udara. Ketiga, adanya jaminan internasional yang memastikan Iran tidak lagi menjadi sasaran serangan dari United States maupun Israel di masa depan.

 

Menurut Pezeshkian, langkah tersebut merupakan satu-satunya jalan untuk mengakhiri konflik yang ia sebut dipicu oleh agresi dari kedua negara tersebut.

 

Pernyataan ini disampaikan setelah ia melakukan pembicaraan via telepon secara terpisah dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, serta Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif.

 

Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel kini telah memasuki hari ke-12. Ketegangan meningkat sejak serangan udara yang mengguncang Teheran pada 28 Februari 2026, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

 

Sebagai balasan, Iran meluncurkan sejumlah rudal yang menyasar pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk serta wilayah sekitar Tel Aviv.

 

Dampak konflik tersebut turut memicu gejolak pada pasar energi global. Ketegangan semakin meningkat setelah Iran menutup jalur pelayaran di Strait of Hormuz, yang selama ini menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dunia.

 

Akibatnya, harga minyak mentah jenis Brent Crude Oil melonjak hingga melampaui 100 dolar AS per barel. Jika situasi ini terus berlanjut, para analis memperkirakan harga energi dunia akan tetap berfluktuasi dan berpotensi memicu ketidakpastian ekonomi global.

Komentar:
ePaper Edisi 13 Maret 2026
Berita Populer
03
SIM Keliling Tangerang Kota Selasa 10 Maret 2026

Pos Tangerang | 2 hari yang lalu

06
Pasar Tradisional Rawan Peredaran Uang Palsu

TangselCity | 2 hari yang lalu

07
Kurir & Pengemudi Online Wajib Dapat BHR

TangselCity | 2 hari yang lalu

08
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit