TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

Gelombang Ketiga “No Kings” Guncang Kota-Kota Besar AS, Kritik Keras ke Trump Menguat

Reporter & Editor : AY
Minggu, 29 Maret 2026 | 10:26 WIB
Demo besar-besaran melanda di kota-kota AS. Foto : Ist
Demo besar-besaran melanda di kota-kota AS. Foto : Ist

AS - Aksi demonstrasi besar-besaran kembali melanda berbagai kota di Amerika Serikat pada Sabtu waktu setempat. Gelombang ketiga unjuk rasa bertajuk “No Kings” ini menarik perhatian luas, setelah sebelumnya berhasil menghimpun jutaan massa di seluruh negeri.

 

Aksi ini digelar sebagai bentuk penolakan terhadap sejumlah kebijakan Presiden Donald Trump, mulai dari kebijakan luar negeri terkait konflik dengan Iran, penegakan hukum imigrasi federal, hingga meningkatnya biaya hidup.

 

“Trump ingin memerintah seperti seorang tiran. Tetapi ini Amerika—kekuasaan adalah milik rakyat, bukan calon raja atau kroni miliarder,” demikian pernyataan penyelenggara, seperti dikutip dari BBC.

 

Pihak Gedung Putih menanggapi sinis aksi tersebut. Juru bicara menyebut demonstrasi itu sebagai “sesi terapi gangguan Trump” dan mengklaim bahwa perhatian terhadap aksi ini hanya datang dari “reporter yang dibayar untuk meliputnya.”

 

Demonstrasi berlangsung di sejumlah kota besar seperti New York City, Washington, D.C., dan Los Angeles. Di Washington, ribuan massa memadati pusat kota, bergerak menuju Lincoln Memorial dan memenuhi kawasan National Mall sepanjang sore.

Seperti pada aksi sebelumnya, para demonstran membawa patung tiruan Trump, Wakil Presiden JD Vance, serta sejumlah pejabat pemerintahan lainnya. Mereka menyerukan pemecatan hingga penangkapan terhadap tokoh-tokoh tersebut.

 

Salah satu aksi terbesar terjadi di negara bagian Minnesota, yang menjadi pusat kemarahan publik sejak kematian dua warga, Renee Nicole Good dan Alex Pretti, yang diduga tewas akibat tindakan agen imigrasi federal pada Januari lalu. Peristiwa ini memicu gelombang protes nasional terhadap kebijakan imigrasi pemerintah.

 

Di kota St. Paul, ribuan orang berkumpul di depan gedung Capitol negara bagian. Sejumlah tokoh Partai Demokrat turut hadir menyampaikan orasi. Musisi legendaris Bruce Springsteen juga tampil, membawakan lagu bernuansa kritik terhadap kebijakan imigrasi.

 

Sementara itu di New York, demonstran memadati kawasan Times Square dan bergerak menuju Midtown Manhattan. Aparat kepolisian menutup sejumlah ruas jalan utama untuk mengakomodasi massa. Pada aksi sebelumnya Oktober lalu, lebih dari 100 ribu orang dilaporkan turun ke jalan di lima wilayah kota tersebut.

 

Gelombang aksi “No Kings” ini menegaskan meningkatnya tensi politik di Amerika Serikat, seiring menguatnya kritik publik terhadap arah kebijakan pemerintah saat ini.

Komentar:
Pandeglang
Himbauan
ePaper Edisi 27 Maret 2026
Berita Populer
01
Wisatawan Asal Depok Hilang Digulung Ombak

Pos Banten | 3 hari yang lalu

04
SIM Keliling Kota Tangsel Kamis 26 Maret 2026

TangselCity | 3 hari yang lalu

05
Kepala BAIS TNI Mundur Usai Kasus Oknum

Nasional | 3 hari yang lalu

06
07
08
09
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit