TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Pengawasan Fasilitas Arafah Diperketat

Oleh: M Rusmadi RM
Editor: AY
Senin, 11 Mei 2026 | 11:51 WIB
Padang Araf. Foto : Ist
Padang Araf. Foto : Ist

ARAFAH - Kementerian Agama Republik Indonesia terus mempercepat persiapan sarana dan prasarana di Arafah menjelang puncak ibadah haji 1447 H/2026 M. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh jemaah haji Indonesia mendapatkan pelayanan yang aman, nyaman, dan sesuai standar.


Peninjauan dilakukan di kawasan tenda yang dikelola Syarikah Al Bait Guest atau Dhuyuf Al-Bait. Area tersebut nantinya akan menampung sekitar 103 ribu jemaah haji Indonesia saat pelaksanaan wukuf di Arafah.


Dirjen Pelayanan Haji Kemenag, Ian Heryawan, turun langsung memimpin inspeksi lapangan pada Sabtu (9/5/2026). Bersama tim Media Center Haji (MCH), ia meninjau kesiapan tenda, fasilitas sanitasi, hingga infrastruktur penunjang lainnya.


“Kami sudah mengecek secara detail kondisi tenda, ketersediaan kamar mandi, serta sejumlah titik krusial yang akan digunakan jemaah,” ujar Ian di sela peninjauan.


Dari hasil pemantauan, sejumlah fasilitas masih dalam tahap penyelesaian akhir. Namun, proses pengerjaan disebut terus berjalan di bawah pengawasan ketat.


Pihak syarikah juga telah berkomitmen menyelesaikan seluruh fasilitas dalam lima hari ke depan agar siap digunakan secara maksimal sebelum kedatangan jemaah.


Ian menjelaskan, setiap tenda memiliki luas sekitar 300 meter persegi dan dapat menampung sekitar 238 tempat tidur. Menurutnya, kapasitas tersebut telah diperhitungkan agar tetap memberikan kenyamanan bagi jemaah.


Pemerintah menargetkan seluruh jemaah dapat memasuki tenda secara tertib sehingga pelaksanaan wukuf berlangsung tenang dan khusyuk.


Untuk mempermudah penempatan, setiap tenda nantinya akan dilengkapi informasi detail mulai dari kapasitas tenda, nomor kloter, hingga daftar nama jemaah yang menempati tenda tersebut.


Ian menambahkan, satu tenda tidak selalu diisi satu kloter penuh karena jumlah anggota kloter bervariasi, yakni sekitar 360 hingga 390 orang. Karena itu, pengaturan penempatan dilakukan secara fleksibel dengan tetap mempertahankan kedekatan antarkloter agar koordinasi petugas tetap mudah dilakukan.


Perhatian khusus juga diberikan kepada jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas. Fasilitas kamar mandi dan toilet dirancang lebih ramah dan aman guna mendukung kenyamanan mereka selama berada di Arafah.


Sementara itu, distribusi air bersih mulai berfungsi di beberapa titik meski belum sepenuhnya merata. Pemerintah memastikan pengawasan akan terus dilakukan agar seluruh kebutuhan dasar jemaah terpenuhi sebelum hari puncak haji.


Ian menegaskan, tim dari Kantor Urusan Haji (KUH) bersama petugas daerah kerja akan terus melakukan pengecekan berkala untuk memastikan seluruh fasilitas benar-benar siap digunakan.


“Setiap tenda akan disesuaikan dengan jumlah jemaah yang masuk. Kami memastikan tidak ada satu pun jemaah kehilangan haknya untuk mendapatkan tempat saat pelaksanaan wukuf,” tegasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit