Penurunan Inflasi Dongkrak Rupiah

SERPONG - Nilai tukar rupiah pagi ini dibuka kembali menguat 0,25 persen ke level Rp 14.853 per dolar AS penutupan perdagangan kemarin di level Rp 14.891 per dolar AS.
Pergerakan mayoritas mata uang di l Asia melemah terhadap dolar AS. Dolar Singapura minus 0,03 persen, yuan China turun 0,2 persen, dan rupee India anjlok 0,45 persen, peso Filipina turun 0,04 persen, yen Jepang melemah 0,05 persen, dan dolar Hong melemah 0,03 persen, dan won Korea Selatan naik 0,45
Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya turun 0,04 persen ke level 103,89. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,28 persen ke level Rp 15.900, terhadap poundsterling Inggris menguat 0,25 persen ke level Rp 18.461, dan terhadap dolar Australia menguat 0,37 persen ke level Rp 9.813.
Analis Senior dari PT Sinarmas Futures Ariston Tjendra mengatakan, nilai tukar rupiah masih dipengaruhi oleh ekspektasi bank sentral AS (The Fed) akan jeda menaikan suku bunganya pada Juni ini membesar.
“Data ekonomi AS yang dirilis semalam menunjukkan pertumbuhan di bawah ekspektasi pasar, seperti data aktivitas sektor jasa dan pesanan pabrik,” katanya dalam riset, Selasa (6/6).
Selain itu, dengan disetujuinya batas atas utang AS, pelaku pasar lagi lagi masuk ke aset berisiko. Sementara dari dalam negeri, penurunan kenaikan inflasi yang membuat inflasi Indonesia masih di dalam.
“Hal ini juga meningkatkan keyakinan pelaku pasar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, serta mendukung penguatan rupiah,” ujarnya.
Ariston memproyeksi, nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp 14.850 hingga Rp 14.890 per dolar AS sepanjang hari ini.
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 12 jam yang lalu
Galeri | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu