TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers SinPo

Joe Biden Lagi Apes, Didemo Staf Dan Rakyat AS

Laporan: AY
Jumat, 15 Desember 2023 | 06:45 WIB
Presiden AS Joe Biden. Foto : Ist
Presiden AS Joe Biden. Foto : Ist

AS - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden sungguh apes pekan ini. Dia harus menjalani proses pemakzulan, hingga didemo staf dan rakyat Negeri Paman Sam.

Dilansir CNN, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS sudah menyetujui upaya penyelidikan untuk proses pemakzulan. Dari hasil voting di DPR yang dikuasai Partai Republik, resolusi penyelidikan pemakzulan Biden disetujui 221 dan ditolak 212 suara pada Rabu (13/12/2023). 

Semua perwakilan Partai Republik di DPR memilih meresmikan penyelidikan tersebut, termasuk para anggota yang sebelumnya cenderung menentang upaya pemakzulan Biden. Salah satu alasan pemungutan suara Rabu itu adalah terkait pernyataan Gedung Putih kepada trio Komite Kongres yang memimpin penyelidikan untuk pemakzulan Biden. Gedung Putih saat itu mengatakan, panggilan pengadilan tidak sah tanpa adanya pemungutan suara resmi dari DPR untuk mengesahkan penyelidikan.

“Ini bukan perhitungan politik. Kami mengikuti hukum dan kami adalah tim supremasi hukum dan saya akan mempertahankannya,” ujar Ketua DPR AS, Mike Johnson.

DPR AS sudah melakukan penyelidikan September lalu, ketika Ketua DPR dipegang Kevin McCarthy. Trio komite yang memimpin penyelidikan telah mewawancarai berbagai pejabat dari Departemen Kehakiman dan Dinas Pendapatan Internal serta memperoleh segudang dokumen dan catatan bank baru, termasuk dari anggota keluarga Biden.

Anggota DPR AS  kubu Partai Republik menuding Biden, Presiden AS dari Partai Demokrat, dan keluarganya mengambil keuntungan secara tidak patut dari keputusan kebijakan yang diambil Biden sebagai Wakil Presiden era Presiden Barack Obama pada 2009-2017.

Tak hanya soal proses pemakzulan, energi Biden juga terkuras karena unjuk rasa staf Gedung Putih, Rabu (13/12/2023) malam. Mereka berdemo untuk mendesak Israel menghentikan agresi mereka di Palestina.

Mereka berkumpul di depan Gedung Putih dan menyalakan lilin sembari membawa poster tuntutan. “Presiden Biden, staf Anda menuntut gencatan senjata sekarang,” demikian tuntutan mereka, dikutip Aljazeera, kemarin.

Demo ini juga dihadiri eks pejabat Kementerian Luar Negeri AS Josh Paul, yang mengundurkan diri usai Negeri Paman Sam memberi bantuan militer ke Israel. Paul tampak memberikan orasi dalam aksi damai tersebut. Dia mengenakan jaket hitam, celana berwarna gelap dan sepatu hitam.

Selama aksi, para staf juga meletakkan bunga-bunga sebagai simbol bela sungkawa terhadap korban keganasan Israel di Palestina. Sebagai informasi, aksi pegawai Gedung Putih terkait agresi Israel di Gaza bukan kali pertama. Beberapa waktu lalu, sejumlah staf senat AS juga berdemo menuntut stop perang di Gaza dan gencatan senjata permanen.

Tak hanya pegawai Pemerintah yang bersuara. Jalan bebas hambatan di Kota Los Angeles, California, AS, diblokir pengunjuk rasa Yahudi-Amerika yang pro Palestina, Rabu (13/12/2023). Mereka juga menuntut gencatan senjata di Gaza.

Organisasi IfNotNow, kelompok Yahudi pro-Palestina yang mendukung penghentian dukungan AS terhadap Israel mengatakan, mengorganisir protes tersebut bertepatan dengan perayaan Hari Raya Israel, Hanukkah. Kelompok tersebut dalam postingan di X, Rabu (13/12/2023) mengatakan, sebagai orang Yahudi, kelompok tersebut merasa tidak puas melihat pemerintahan Presiden Biden yang seolah tidak peduli dengan penderitaan warga Gaza.

Postingan IfNotNow juga menampilkan video pengunjuk rasa yang tampak bergandengan tangan dalam barisan yang membentang di jalan bebas hambatan. Mereka juga menyerukan kalimat “gencatan senjata sekarang.”

Menurut NBC Los Angeles, 75 orang ditangkap dalam demo tersebut. Lalu lintas terhenti selama lebih dari satu jam akibat kejadian tersebut.

Pada Oktober, IfNotNow juga mengorganisir demo di luar rumah Wakil Presiden Kamala Harris di Los Angeles. Selama berjam-jam, mereka membawa spanduk, “Orang-orang Yahudi menuntut gencatan senjata sekarang. Tidak ada genosida atas nama kami.”

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo