Krisis Energi Hantam Asia: Filipina Subsidi BBM, Korsel Ajak Warga Hemat Energi
FILIPINA - Krisis energi imbas konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran mulai terasa di sejumlah negara Asia. Filipina dan Korea Selatan mengambil langkah berbeda agar aktivitas masyarakat tetap berjalan di tengah keterbatasan pasokan.
Di Filipina, ribuan sopir jeepney mogok pada 26–27 Maret 2026, memprotes lonjakan harga BBM. Dampaknya, banyak warga di Quezon City dan Metro Manila kesulitan transportasi hingga harus berjalan kaki. Kenaikan harga dipicu ketergantungan impor dan melemahnya nilai tukar peso.
Pemerintah Presiden Ferdinand Marcos Jr merespons dengan menerbitkan UU RA 12316, yang memungkinkan penangguhan pajak BBM untuk menekan harga dan inflasi hingga 2028.
Sementara itu, Korea Selatan menggalakkan kampanye hemat energi nasional. Warga diminta mandi lebih singkat, mengurangi penggunaan listrik, serta beralih ke transportasi umum atau sepeda. Penggunaan alat elektronik juga diatur lebih efisien.
Di sektor publik dan perkantoran, penghematan dilakukan dengan mematikan lampu saat jam makan siang dan membatasi operasional kendaraan dinas. Pemerintah juga mempercepat pengaktifan pembangkit nuklir serta menyalurkan bantuan bagi rumah tangga.
Langkah ini menunjukkan upaya gabungan antara kebijakan pemerintah dan partisipasi masyarakat dalam menghadapi krisis energi.
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu




