8.812 Warga Periuk Masih Terdampak Banjir
TANGERANG - Banjir yang melanda Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, mulai menunjukkan tanda-tanda menyurut pada hari keempat, Rabu (11/3). Meski demikian, ribuan warga masih terdampak genangan air di sejumlah wilayah.
Data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang hingga pukul 11.00 WIB mencatat sebanyak 8.812 jiwa masih terkena banjir. Secara keseluruhan terdapat 2.443 Kepala Keluarga (KK) yang terimbas bencana tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S Rahman mengatakan, kondisi banjir kini mulai berangsur membaik. Genangan air yang sebelumnya meluas kini tersisa di beberapa titik saja.
“Untuk hari ini (kemarin,red), penanganan banjir di hari keempat sudah mulai signifikan turun. Tinggal di tiga titik saja, yakni di Villa Mutiara Pluit, Periuk Damai dan Cisadane Baru,” kata Andia saat dihubungi.
Ia menjelaskan, sejumlah kawasan yang sebelumnya terendam kini telah surut. Di antaranya Perumahan Alamanda, Green City dan Total Persada. “Alhamdulillah untuk wilayah Alamanda, Green City dan Total Persada sudah surut. Akses jalan di Jembatan Alamanda juga sudah bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat,” ujarnya.
Banjir sebelumnya merendam sejumlah zona di tiga kelurahan, yaitu Kelurahan Periuk, Gembor dan Gebang Raya. Di beberapa titik, ketinggian air sempat mencapai 300 cm. Di Kelurahan Periuk, genangan terjadi di kawasan Perumahan Garden City RW 015 serta Perumahan Periuk Damai RW 008. Ratusan KK terdampak dan sebagian warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang telah disiapkan.
Selain itu, banjir menggenangi daerah Villa Mutiara Pluit yang berada di RW 009, RW 011 dan RW 013. Warga di sana sebagian mengungsi ke balai warga, masjid, gedung posyandu hingga ruko. Lalu banjir sempat melanda area Kelurahan Gembor, tepatnya di Perum Total Persada Raya RW 007 dan RW 008. Sementara di Kelurahan Gebang Raya, air mengepung Perum Taman Gebang Raya RW 006 meski dengan ketinggian yang lebih rendah.
BPBD mendokumentasikan ada 3.947 warga masih berada di sejumlah tempat pengungsian. Mereka tersebar di beberapa lokasi seperti aula kantor kecamatan, masjid, gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) hingga sekolah. Saat ini, petugas gabungan terus melakukan upaya percepatan penanganan banjir, salah satunya melalui proses pompanisasi di titik genangan yang masih tinggi.
Pompa berasal dari beberapa instansi yang terlibat dalam penanganan banjir. Dua dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), satu dari Dinas Pemadam Kebakaran dan satu dari Kecamatan Periuk.
Menurut Andia, pompanisasi difokuskan untuk mempercepat penyusutan genangan di wilayah yang masih memiliki ketinggian air cukup dalam, terutama di Periuk Damai. “Untuk wilayah Periuk Damai masih berada di titik terdalam dengan ketinggian sekitar satu sampai 1,3 meter. Kita optimalkan pompanisasi agar air bisa segera surut,” jabarnya.
Petugas gabungan hingga kini masih melakukan pemantauan di sejumlah zona banjir. Warga diimbau tetap waspada, terutama jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi yang berpotensi meningkatkan debit air di wilayah tersebut.
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 22 jam yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu



